Bekasi, KPonline – Istri Presiden FSPMI, Eni Rakhmawati, yang juga perwakilan perempuan PC SPAMK FSPMI Bekasi, turut hadir dalam perayaan Hari Kartini bersama Perempuan Metal FSPMI Bekasi pada Selasa, 21 April 2026.
Kegiatan bertajuk ‘Perempuan Metal FSPMI Bekasi Berbagi’ itu dipusatkan di kawasan Gobel Cibitung hingga pertigaan lampu merah Cibitung. Para kader perempuan FSPMI membagikan paket makan siang dan pamflet kepada para pengguna jalan yang melintas sebagai bentuk aksi nyata memperingati Hari Kartini.
“Banyak cara merayakan Hari Kartini. Kami memilih kegiatan yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat, dengan berbagi makan siang dan pamflet ke para pengguna jalan. Kita buktikan bahwa Kartini-kartini FSPMI masih sangat solid dan kompak. Semangat selalu untuk Kartini-kartini Indonesia,” kata Eni Rakhmawati, perwakilan perempuan PC SPAMK FSPMI Bekasi.
Eni menambahkan, semangat Kartini hari ini harus diwujudkan dalam kerja kolektif yang menyentuh masyarakat. Menurutnya, perempuan buruh punya peran ganda, yaitu berjuang di lini produksi sekaligus menghidupkan solidaritas sosial. Kekompakan yang ditunjukkan dalam aksi ini menjadi bukti bahwa perempuan FSPMI siap berada di garda depan perjuangan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu berjalan lancar. Ratusan paket makan siang tersalurkan kepada pengemudi ojek online, buruh harian, dan warga sekitar. Pamflet yang dibagikan berisi pesan tentang pentingnya kesetaraan, peran perempuan dalam serikat pekerja, dan ajakan untuk terus melanjutkan semangat juang R.A. Kartini.
Eni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari KC, PC, PUK SPA FSPMI Bekasi, Garda Metal, Media Perdjoeangan, Jamkeswatch Bekasi, serta dukungan dari Polres Metro Bekasi untuk layanan cek kesehatan gratis. “Ini bukti kalau perempuan FSPMI tidak sendiri. Kita didukung dan kita solid,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Eni berharap Hari Kartini 2026 menjadi pemantik bagi perempuan buruh untuk semakin berani mengambil peran di organisasi dan di ruang publik. “Selama masih ada ketimpangan, semangat Kartini tidak boleh padam,” tegasnya. (Yanto)