Hari Ketiga Women and Youth Leadership : Perkuat Komunikasi dan Kepercayaan Melalui Outbound

Hari Ketiga Women and Youth Leadership : Perkuat Komunikasi dan Kepercayaan Melalui Outbound

Bogor, KPonline — Pelatihan Women and Youth Leadership yang diselenggarakan oleh Industriall SASK Project memasuki hari ketiga dengan suasana yang berbeda. Bertempat di Ole Suite Hotel, Babakan Madang, Sentul, Bogor, Senin (31/8) hinga Rabu (2/9). Kegiatan kali ini diisi dengan aktivitas outdoor atau outbound melalui berbagai tantangan yang berfokus pada komunikasi, kerja sama, dan membangun rasa saling percaya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari tiga federasi serikat pekerja, yaitu FSPMI, FSP KEP KSPI, dan FSP KEP KSPSI. Keberagaman latar belakang peserta menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, sekaligus menjadi ruang untuk membangun solidaritas dan memperkuat jejaring antarkader perempuan dan generasi muda.

Berbagai tantangan diberikan kepada peserta melalui permainan kelompok yang menuntut kemampuan berkomunikasi, menyusun strategi, mengambil keputusan, serta bekerja sama. Peserta dituntut mampu menyampaikan instruksi dengan jelas, mendengarkan anggota tim, dan memastikan setiap informasi dapat dipahami dengan baik.

Selain komunikasi, kepercayaan menjadi salah satu nilai utama dalam kegiatan tersebut. Peserta harus belajar mempercayai kemampuan dan keputusan rekan satu tim. Dari setiap tantangan, peserta mendapatkan pengalaman bahwa keberhasilan sebuah tim sangat bergantung pada komunikasi yang efektif dan rasa saling percaya di antara seluruh anggotanya.

Kegiatan outbound difasilitasi oleh tim Garda Metal Excelent Trainer (GET) yang digawangi oleh Isnaeni Marzuki, M. Nurfahroji, Edy Kuntjoro, dan Sugeng. Para fasilitator tidak hanya memberikan tantangan, tetapi juga mengajak peserta melakukan refleksi setelah setiap permainan untuk memahami nilai-nilai kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam organisasi maupun lingkungan kerja.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme ,riang gembira dan kadang diselingi canda tawa itu membuat suasana semakin menyenangkan. Peserta saling memberikan dukungan, berdiskusi mencari solusi, serta belajar dari keberhasilan maupun kegagalan kelompok. Berbagai perbedaan karakter dan cara berpikir justru menjadi bagian dari proses untuk membangun tim yang lebih solid dan mampu bekerja secara kolektif.

Pada penghujung kegiatan, Mimin Ida Nurjanah selaku Project Coordinator menyampaikan closing statement kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa pembelajaran yang diperoleh selama kegiatan tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai.

“Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya tentang menyelesaikan tantangan dalam permainan. Kita sedang belajar bagaimana berkomunikasi, bagaimana mempercayai orang lain, bagaimana bekerja bersama, dan bagaimana menjadi pemimpin yang mampu membawa tim mencapai tujuan bersama,” ujar Mimin.

Mimin juga berharap seluruh peserta dapat membawa pengalaman tersebut kembali ke organisasi masing-masing. “Saya berharap teman-teman tidak hanya membawa sertifikat atau kenangan dari pelatihan ini, tetapi juga membawa semangat, keberanian, kemampuan berkomunikasi dan membangun kepercayaan. Kita datang dari federasi yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama untuk membangun organisasi dan memperkuat perjuangan pekerja,” tambahnya.

Tiga hari pelatihan Women and Youth Leadership diharapkan menjadi pengalaman penting bagi 21 peserta untuk memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, membangun kepercayaan, bekerja sama, dan berani mengambil peran. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi perempuan dan generasi muda untuk semakin percaya diri serta mampu mengambil peran strategis dalam organisasi serikat pekerja.