Hak Anak Dalam Ketenagakerjaan

  • Whatsapp
Dalam rangka memperingati HUT ke-3, FKJ memberikan santunan kepada anak yatim piatu. (Foto: Ocha )
Dalam rangka memperingati HUT ke-3, FKJ memberikan santunan kepada anak yatim piatu. (foto: Ocha )

Siapa yang dimaksud anak?

Disebutkan dalam Pasal 1 angka 26 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, yang dimaksud dengan anak adalah setiap orang yang berumur dibawah 18 (delapan belas) tahun.

Mempekerjakan Anak Adalah Kejahatan

Rasanya kita sepakat, bahwa generasi yang menjadi harapan masa depan bangsa ini harus dilindungi dari pekerjaan yang merusak perkembangan mereka. Itulah sebabnya, Undang-undang melarang Pengusaha untuk mempekerjakan anak. Bahkan mempekerjakan anak dikategorikan sebagai tindak pidana kejahatan.

Apa sanksi bagi pengusaha yang mempekerjakan anak?

Pelakunya diberikan sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp. 100.000.00,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 400.000.000,00 (empat ratus juta rupah).

Pekerjaan apa yang diperbolehkan untuk anak? Kemudian, apa saja syaratnya?

Meskipun demikian, anak bisa dipekerjakan untuk melakukan pekerjaan ringan. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 69 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 yang menyatakan, “Bagi anak yang berumur antara 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun dapat melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental dan sosial.”

Pengusaha yang memperkerjakan anak pada pekerjaan ringan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: (a) izin tertulis dari orang tua atau wali; (b) perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali; (c) waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam; (d) dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah; (e) keselamatan dan kesehatan kerja; (f) adanya hubungan kerja yang jelas; dan (g) menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sedangkan bagi anak yang bekerja pada usaha keluarga, ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a), (b), (f) dan (g) tidak berlaku.

Apa sanksi bagi pengusaha yang mempekerjakan anak untuk pekerjaan yang menganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental dan sosial?

Jika ada pengusaha yang mempekerjakan anak untuk pekerjaan yang menganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental dan sosial, termasuk didalamnya tidak memenuhi persyaratan sebagaimana tersebut di atas, dikenakan sanksi pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 12 (dua belas) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp, 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Apa saja jenis pekerjaan terburuk yang tidak boleh melibatkan anak-anak?

Sedangkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang berburuk, anak-anak dilarang bekerja di tempat tersebut.

Adapun yang dimaksud dengan pekerjaan-pekerjaan yang terburuk meliputi: (a) Segala pekerjaan dalam bentuk perbudakan atau sejenisnya; (b) Segala pekerjaan yang memanfaatkan, menyediakan, atau menawarkan anak untuk pelacuran, produksi pornografi, pertunjukan porno, atau perjudian; (c) Segala pekerjaan yang memanfaatkan, menyediakan atau melibatkan anak untuk produksi dan perdagangan minuman keras, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya; dan/atau (d) Semua pekerjaan yang membahayakan kesehatan, keselamatan atau moral anak. Adapun pengaturan lebih lanjur mengenai jenis-jenis pekerjaan yang membahayakan kesehatan, keselamatan atau moral anak diatur dalam Kepmenakertrans No. KEP.235/MEN/2003.