Guy Ryder: ILO Terus Mengkampanyekan Kesejahteraan dan Keadilan Untuk Semua Pekerja

  • Whatsapp

Nusa Dua, KPonline – Direktur Jenderal (Dirjen) International Labour Organization (ILO), Guy Ryder mengatakan, ILO terus mengkampanyekan kesejahteraan dan keadilan untuk semua pekerja dan buruh di seluruh dunia terutama di Asia dan Pasifik serta negara-negara Arab.

“Kami terus mengkampanyekan ini,” kata Ryder, dalam sambutannya dalam pembukaan acara Asian and Pacific Regional Meeting (APRM) ke -16 di Nusa Dua Bali, Selasa (6/12). Acara tersebut dibuka oleh Wakil Presiden, Yusuf Kalla. Acara itu dihadiri oleh 400 perwakilan 35 negara di Asia, Pasifik dan Arab.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, ILO berkeputusan untuk terus mengkampanyekan hal tersebut di atas berlandasakan pada tiga hal, pertama, dunia kerja terus mengalami perubahan yakni pada kecepatan, skala dan kualitas. “Teknologi adalah jantung dari perubahan, tapi itu tidak akan memutuskan segalanya, tidak akan menghilangkan tenaga dan pikiran manusia,” kata dia.

Kedua, masyarakat dunia menjadi semakin tidak merata, dan sebagian dari mereka semakin merasa tidak adil. “Keadilan tentu bergerak jauh dari cita-cita bahwa ILO diciptakan untuk adil dan maju,” kata dia.

Ketiga, ILO melihat banyak orang di dunia tidak mendapat manfaat dari globalisasi, dari cara hal-hal yang diorganisasikan. “Dan saya pikir, orang yang tidak merasakan manfaatkan dari globalisasi mengalami frustrasi dan umumnya yang mengalami seperti ini adalah pekerja,” kata dia.

Menurut Ryder, negara-negara di Asia Pasifik dan Arab umunya sebagai pemenang dalam era globalisasi, dan bahkan terus mengalami kemajuan di masa datang.

Ia mengatakan, masa depan ekonomi negara, terutama para pekerja sangat tergantung pada kemauan pemerintah, pekerja dan pengusaha di negara masing-masing untuk mengambil keputusan dan membentuk kebijakan-kebijakan yang membawa negara ke masa depan yang lebih baik. “Dengan pemahaman yang lebih baik apa yang terjadi hari ini kita akan berada dalam posisi untuk mengarahkan kursus menuju keadilan sosial bagi kita sendiri dan seluruh masyarakat kita,” kata dia.

Ryder mengatakan, negara-negara Asia dan Pasifik serta Arab menyumbang 60 persen angkatan kerja global, telah membuat kemajuan luar biasa dalam dekade terakhir. Pertama, rata-rata upah dan pendapatan telah meningkat secara signifikan, dan hampir dua kali lipat untuk kelas menengah dan atas.

Kedua, jumlah orang miskin telah menurun dengan cepat, dari 21 persen dari total lapangan kerja pada tahun 2006 sampai sepuluh persen pada tahun 2015. Ketiga, sekitar 50 persen pekerja di kawasan Asia, Pasifik dan Arab dan keluarga mereka sekarang diklasifikasikan sebagai kelas menengah atau atas. Keempat, produktivitas tenaga kerja telah berkembang setiap tahunnya sekitar dua kali lipat tingkat global.

Kekekurangan

Ia menegaskan, walaupun demikian, ada sejumlah hal negatif yang perlu dihilangkan dari kawasan Asia, Pasifik dan Arab. Pertama, meskipun pengurangan kemiskinan mengesankan, hampir 192 juta pekerja atau satu dari sepuluh orang masih hidup dalam kemiskinan ekstrim. Kedua, lebih dari satu miliar pekerja di kawasan Asia, Pasifik dan Arab masuk dalam golongan pekerjaan rentan, sering tanpa akses ke perlindungan sosial dan hukum. “Apa yang lebih dari perhatian adalah bahwa beberapa kelompok berada dalam bahaya tertentu yang dikecualikan dari kemajuan,” kata dia.

Ketiga, anak muda. Mengambil rata-rata regional, satu dari delapan orang di Asia Pasifik dan satu dari empat orang di negara-negara Arab menganggur. Keempat, pekerja migran, yang sering dikecualikan dari perlindungan hukum dan rentan terhadap eksploitasi.

Kelima, di kawasan ini ada puluhan juta orang merupakan pekerja anak dan anak-anak ini bekerja secara paksa dan dipaksakan bekerja. Keenam, jutaan pengungsi dan pengungsi yang tinggal di kondisi yang paling sulit. “Hal ini mengejutkan bahwa dinamika ekonomi daerah belum sepenuhnya diterjemahkan ke dalam kemajuan sosial. Kemajuan telah dibuat dalam memperluas perlindungan sosial namun wilayah tersebut mengeluarkan uang yang relatif kecil di atasnya,” kata dia. (*)

Sumber: Berita Satu

Foto: M. Rusdi

Pos terkait