Majalengka, KPonline-“Memperkuat Organisasi, Jaga Militansi, dan Tingkatkan Kebersamaan,” adalah tema dalam Jambore Garda Metal Cirebon Raya yang dilaksanakan selama dua hari tanggal 11-12 Juli 2026 bertempat di Situ Ciranca Desa Teja Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka.
Jambore ini dibuka oleh Ana salah satu Garda Metal Kabupaten Majalengka yang bertugas sebagai ketua panitia. Dan dilanjutkan dengan sambutan sambutan, Antara lain dari Joko Suharyanto yang mewakili KC FSPMI Cirebon Raya, Apendi selaku Kordinator Daerah Garda Metal Cirebon Raya yang mewakili Garda Metal Nasional yang sedang berhalangan hadir dan Agus Riyanto selaku Ketua PC SPAI-FSPMI Cirebon Raya.
Di hari pertama ini selain melaksanakan upacara sebagai tanda pembukaan Jambore, Pada sesi awal di isi dengan agenda sharing sesama peserta Jambore untuk menjalin kebersamaan dan malam nanti akan ada sesi Konsolidasi dan Pemutaran Video Dokumentasi.
Dalam sesi konsolidasi, Iwan perwakilan Garda metal Cirebon raya dan juga sebagai divisi aksi menyampaikan perjalanan perjuangan FSPMI khususnya dalam perjuangan mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja yang terus menerus berjuang tanpa henti meskipun begitu banyak rintangan, dan halangan. Tetapi FSPMI bersama Garda Metal tidak pernah mengenal lelah apalagi sampai menyerah sampai dicabut dan dibatalkan oleh pemerintah Negara Republik Indonesia.
“Dan hasil perjuangan yang baru saja kita menangkan mengenai UMSK tahun 2026 yang akhirnya dimenangkan oleh kaum buruh di sidang PTUN sebagai bentuk hasil dari perjuangan yang kita jalani selama ini, Semoga kita selalu tetap berada dalam koridor perjuangan yang sama tanpa mengenal lelah untuk kesejahteraan kaum buruh di masa depan,” tegas Iwan.