Jakarta, KPonline – Hari Kartini diperingati setiap 21 April, dan pada tahun 2026 jatuh pada hari Selasa. Peringatan ini menghormati perjuangan R.A. Kartini dalam emansipasi perempuan, khususnya di bidang pendidikan.
Hari Kartini adalah hari besar nasional, namun bukan hari libur. Momen ini sering diisi dengan kegiatan bertema pemberdayaan perempuan dan apresiasi budaya di berbagai daerah, instansi, dan organisasi masyarakat.
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia menjadi salah satu organisasi Serikat pekerja yang menghargai peran perempuan dalam struktur organisasi. Terbukti, lebih dari 30 persen struktur kepengurusan FSPMI di berbagai tingkatan diisi oleh kader perempuan. Keterlibatan tersebut mencakup posisi di tingkat PUK, PC, PP hingga pengurus dewan pimpinan pusat.
Ketua Umum PP SPLP FSPMI Supriyanto mengajak perempuan untuk terus menguatkan peran dalam pembangunan, emansipasi, dan kesetaraan gender. Menurut Supriyanto, semangat Kartini relevan dengan kondisi buruh hari ini.
“Perempuan bukan pelengkap di organisasi. Mereka penggerak. Tanpa perempuan yang berdaya, tidak ada serikat pekerja yang kuat,” tegasnya.
Supriyanto menambahkan, SPLP FSPMI mendorong kebijakan afirmatif agar perempuan mendapat ruang yang setara dalam pendidikan serikat, negosiasi PKB, dan advokasi kasus. Ia menilai emansipasi yang diperjuangkan Kartini harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata, mulai dari jaminan cuti haid dan melahirkan, ruang laktasi di pabrik, hingga perlindungan dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.
Momentum Hari Kartini 2026 juga dimanfaatkan sejumlah cabang FSPMI untuk menggelar aksi sosial, diskusi, dan kampanye kesetaraan. Di Bekasi, misalnya, Perempuan Metal FSPMI menggelar aksi berbagi makan siang dan cek kesehatan gratis. Di Morowali, kader perempuan ikut dalam ekspedisi simbolik menyambut Hari Buruh.
“Warisan Kartini adalah keberanian untuk mendobrak batas. Tugas kita sekarang memastikan tidak ada lagi batas yang menghalangi perempuan untuk memimpin, bersuara, dan sejahtera,” pungkas Supriyanto. (Yanto)