FSPMI Menuntut Keadilan di Depan Polrestabes Surabaya

FSPMI Menuntut Keadilan di Depan Polrestabes Surabaya

Surabaya, KPonline Senin 3 Juni 2024 – Ratusan massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) hari ini memadati depan Markas Kepolisian Polrestabes Kota Surabaya. Mereka berkumpul untuk menyuarakan tuntutan  keadilan terkait penangkapan empat anggota mereka.

Bacaan Lainnya

Aksi tersebut dipimpin oleh Agus Supriyanto dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya. Dalam orasinya, Agus menekankan pentingnya mengungkap kebenaran meski menghadapi berbagai tantangan. “Apabila anggota kami benar, maka kami akan suarakan kebenaran itu sampai kapan pun. Siap nggak, kawan-kawan? Siap nggak?” serunya, membakar semangat para demonstran. Ia menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti hingga hukum ditegakkan dengan adil.

Aksi hari ini merupakan bagian dari rangkaian protes penangkapan empat anggota FSPMI: Andik Prasetio, Rico Dana Ariska, Tegu Pramono, dan Bagus Prakoso oleh Polrestabes Surabaya. Rencananya, massa akan kembali berkumpul setiap hari hingga tuntutan mereka dipenuhi. “Ini akan kita lakukan setiap hari, kawan-kawan, sampai apa? Sampai kebenaran, hukum, dan keadilan tercapai,” tambah Agus.

LBH juga menyampaikan kritik keras terhadap pihak-pihak yang dianggap tidak bertanggung jawab dan korup. Mereka mengecam tindakan beberapa individu yang diduga membawa amplop dan berpenampilan tidak pantas saat masuk ke kantor-kantor pemerintahan. “Prestasi Surabaya bukan ruang untuk preman-preman yang punya uang. Itu adalah evaluasi kita, kritik kita,” tegasnya.

Di tengah aksi, orator mengajak seluruh demonstran untuk mempersiapkan sepeda motor mereka dan bergerak menuju markas Polisi. “Semuanya adalah sahabat polisi Surabaya, semuanya adalah bapak-bapak kami. Sehingga kami berani menyampaikan evaluasi dan kritik ini. Mari kawan-kawan, disiapkan sepeda motor kita menuju Polda Jawa Timur,” tutupnya.

Tuntutan massa aksi meliputi:
1.Menolak kriminalisasi terhadap aktivis buruh Andik Prasetio dan ketiga rekannya.
2.Mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap keempat aktivis tersebut.
3.Menegakkan hukum dengan adil dan menangkap pimpinan PT. Jaco Nusantara Mandiri yang diduga memerintahkan pengeroyokan terhadap buruh yang sedang mogok kerja.

Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk buruh, warga rusun Gunung Sari, warga Pasar Kutisari, dan anggota partai politik. Mereka bersatu dalam satu suara, menuntut transparansi dan keadilan dari pihak berwenang. Keberanian mereka untuk terus melanjutkan aksi ini setiap hari menjadi simbol keteguhan dalam memperjuangkan kebenaran di Surabaya.

Muis