Bandung, KPonline – Bertempat di V Hotel & Residence, Bandung, DPP FSPMI bersama Project ABVV Metal menghadirkan Aruna Salam sebagai pemateri dalam Training Organizing FSPMI, Jumat – Minggu, 26 – 28 Juni 2026.
Aruna Salam membekali peserta organizer PP dan PC SPA FSPMI dengan materi sejarah gerakan sekaligus penguatan militansi kader muda.
Dalam pembekalan, Aruna Salam menceritakan langsung pengalamannya mengawal lahirnya SPMI pada 6 Februari 1999 yang lalu.
“Dulu kami bertiga, Aruna Salam, Tamrin Mosii, Endang Thamrin menggagas lahirnya SPMI,” katanya di hadapan peserta.
Tak salah jika ia dijuluki Founding Father FSPMI. Aruna Salam juga merupakan sahabat dekat Tamrin Mosii, Presiden SPMI pertama. Perannya adalah menggagas SPMI/FSPMI sebagai federasi serikat pekerja sektor metal yang militan, independen, dan berbasis massa pabrik.
Pesan untuk Kader Muda, K3 Harga Mati
Aruna Salam menegaskan, masa depan FSPMI sekarang ada di tangan anak muda.
“Banyak hal yang perlu diperhatikan adalah keselamatan dan kesehatan kerja,” ujarnya.
Ia meminta organizer menjadikan isu K3 sebagai prioritas utama saat masuk ke pabrik-pabrik, khususnya di industri berat dan smelter. Menurutnya, perjuangan serikat tidak akan berarti jika buruh masih celaka di tempat kerja.
Menutup materi, Aruna Salam menyampaikan refleksi keras bagi kader dan pemerintah. “Kemajuan sebuah bangsa bukan dilihat dari tingginya gedung, lebarnya jalan, tetapi dari sejahteranya buruhnya,” tegasnya.
Sampai sekarang, semangat Founding Father FSPMI terus dipegang kader lewat jargon #BanggaBerjuangBersamaFSPMI. (Yanto)