Bandung, KPonline – Aruna Salam, Founding Father FSPMI, membagikan filosofi gerakan buruh kepada peserta dalam Training Organizing FSPMI di V Hotel & Residence, Bandung, 26-28 Juni 2026.
Salah satu materi yang paling menggugah adalah makna “Kepalan Tangan Buruh” sebagai simbol kekuatan dan syarat utama serikat pekerja yang kuat.
Menurut Aruna Salam, kepalan tangan yang diacungkan buruh saat aksi bukan sekadar simbol.
Ada 5 unsur penting di dalamnya agar serikat benar-benar kokoh :
1. Serikat Pekerja harus punya anggota banyak. Kekuatan serikat ada pada massa. Semakin solid dan banyak anggotanya, semakin besar daya tawar di pabrik dan saat berunding dengan pengusaha maupun pemerintah.
2. Serikat pekerja harus punya pemimpin yang jujur, ikhlas dan aktif. Pemimpin jadi komando. Tanpa kejujuran, keikhlasan, dan keaktifan, organisasi mudah pecah dan kehilangan kepercayaan anggota.
3. Serikat pekerja harus punya dana yang cukup. Gerakan butuh logistik. Dana organisasi untuk advokasi, pendidikan, aksi, dan membantu anggota saat mogok atau PHK adalah kemandirian serikat.
4. Serikat Pekerja harus punya sekretariat. Sekretariat adalah rumah perjuangan. Tempat konsolidasi, pendidikan kader, penyimpanan data anggota, dan pusat komando saat ada kasus di perusahaan.
5. Serikat Pekerja yang beraktivitas. Serikat yang hidup adalah serikat yang bergerak. Organizing, pendidikan, aksi, dan advokasi harus jalan terus. Serikat yang diam akan mati.
Aruna Salam menegaskan, kelima unsur itu harus jalan bersamaan seperti jari-jari yang terkepal.
“Jika satu saja lepas, kepalan jadi lemah dan mudah dipatahkan pengusaha,” ujarnya.
Filosofi ini kembali mengingatkan kader FSPMI pada doktrin Organizing, Education, Action dan jargon #BanggaBerjuangBersamaFSPMI. (Yanto)