Dirikan Lagi Omah Buruh yang Dirobohkan. Kapolsek, Danramil, dan Kepala Security EJIP Datangi Buruh. Bagaimana Kelanjutannya?

  • Whatsapp
Pertemuan antara Kapolsek, Danramil, dan Kepala Security ESJIP dengan FSPMI Bekasi hasilkan sejumlah kesepahaman.

Bekasi, KPonline – Pembongkaran tenda relokasi Omah Buruh oleh Security kawasan EJIP berbuntut panjang. Senin (4/9/2017), sekitar jam 12.30 wib ketika buruh Bekasi sedang memperbaiki tenda yang dibongkar, kembali didatangi 4 orang security EJIP. Mereka hanya memantau kegiatan para kawan-kawan buruh.

Tak lama kemudian datang lagi 3 personil security EJIP. Para buruh mengira mereka akan membongkar paksa lagi.

Tetapi diluar dugaan, mereka hanya diam dan melihat-lihat saja. Sementara buruh Bekasi tetap fokus mendirikan rangka buat tenda Omah Buruh.

Mungkin merasa diacuhkan buruh Bekasi, selang berapa menit Kepala Security Kawasan EJIP, Aris, di dampingi staf bagian pertanahan EJIP ikut mendatangi Omah Buruh dan langsung meninjau langsung ke tempat relokasi Omah Buruh.

Sempat beradu argumen antara Nurfachroji (Bang Oji) dan Aris. Dalam argumennya, Kepala Security EJIP ini menegaskan bahwa tanah ini milik Kawasan EJIP dan meminta buruh menghentikan aktifitasnya memperbaiki tenda Omah Buruh.

Argumen tersebut langsung dipatahin sama Oji, karena tidak dilengkapi dengan data berupa sertifikat tanah.

Karena disaat yang bersamaan buruh Bekasi juga masih menunggu kepastian legalitas tanah tersebut dari anggota Dewan DPRD Bekasi, Nyumarno dan pihak Bapeda Kabupaten Bekasi dan tidak bisa menghentikan aktifitas memperbaiki tenda sebelum ada instruksi dari perangkat organisasi.

Merasa tidak menemukan titik temu akhirnya Kepala Security EJIP ini menemu Amier Machfouz selaku Sekretaris Konsulat Cabang yang kebetulan dari pagi berada di Omah Buruh.

Dengan suasana santai Amier menerima kedatangan Kepala Security Kawasan EJIP, Kapolres Cikarang Selatan dan Danramil Cikarang Selatan.

Dalam pertemuan ini, 100% pihak EJIP tidak akan mengijinkan pembangunan relokasi Omah Buruh ditanah tersebut.

“Saya mohon maaf harus bersinggungan dengan teman-teman buruh semata-mata hanya melakukan tugas,” kata Aris persuasif.

“Kemarin kita sudah bertemu dan berdialog dengan anggota Dewan DPRD dan BAPEDA Kab.Bekasi. kita menyepakati pembangunan jembatan buntung dilanjutkan untuk sarana transportasi massa dan Omah Buruh siap dipindahkan. Tapi tolong diganti dan dicarikan lokasinya,” kata Amier.

Lebih lanjut, kata Amier, sampai hari Minggu kemarin kami belum dapat kabar,sehingga kami putuskan untuk relokasi ke tanah dengan posisi -6.318731,107.110296 di Google Map yang merupakan Daerah Aliran Sungai. Dan tiba-tiba kemarin malam tenda yang baru didirikan dibongkar sama pihak Security EJIP dengan klaim tanah tersebut milik Kawasan EJIP. Hal ini direspon sama kawan-kawan buruh yang dari pagi tadi berdatangan ke OB untuk mendirikan kembali tenda tersebut dan kebetulan bapak-bapak datang juga siang ini,jadi ayo kita cari solusinya.

Di akhir pertemuan tersebut semua pihak yang hadir sepakat untuk saling menahan diri dan menunggu informasi lanjutan dari pertemuan penyelesaian antara buruh, DPRD dan Pemda Kabupaten Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *