Delegasi FSPMI Mengikuti Organising Development Program (ODP) Batch 3 yang Diselenggarakan di Bangkok

Delegasi FSPMI Mengikuti Organising Development Program (ODP) Batch 3 yang Diselenggarakan di Bangkok

Jakarta, KPonline–Rangkaian Organising Development Program (ODP) Batch 3 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand oleh IndustriALL Asia-Pacific resmi berakhir setelah berlangsung selama empat hari, mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026. Program ini sekaligus menjadi penutup dari proses pendidikan pengorganisasian yang telah berjalan selama tiga tahun sejak dimulai pada 2023.

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang bertujuan meningkatkan kapasitas organiser serikat pekerja dalam membangun organisasi yang kuat, menyusun kampanye, menghadapi tantangan pemberangusan serikat (union busting), hingga menyusun strategi pengorganisasian yang efektif di berbagai sektor industri.

Hari pertama dibuka dengan sesi Organizing Status Report, yaitu evaluasi perkembangan pengorganisasian yang telah dilakukan peserta sejak mengikuti ODP pada 2023. Dalam sesi ini, fasilitator menekankan pentingnya membangun basis organisasi yang kuat (strong solid base) sebagai fondasi utama gerakan serikat pekerja. Peserta juga mengikuti simulasi untuk memetakan posisi dan perkembangan kampanye yang telah mereka jalankan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan Campaign Message, yang membahas perbedaan antara pesan serikat (union message) dan pesan kampanye (campaign message). Pesan kampanye ditekankan harus singkat, jelas, terarah, dan disusun secara kolektif agar mampu menjangkau pekerja secara efektif. Sesi ini diakhiri dengan praktik percakapan tatap muka (one-on-one conversation) melalui role play.

Hari pertama ditutup dengan materi Structure Test, yaitu metode untuk mengukur tingkat keterlibatan dan komitmen pekerja terhadap organisasi. Melalui berbagai contoh aksi sederhana seperti penggunaan atribut bersama, pengisian petisi, maupun kegiatan simbolik lainnya, peserta mempelajari bagaimana membangun gerakan secara bertahap melalui strategi eskalasi yang terencana.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi mengenai Union Busting, yang membahas berbagai strategi pencegahan terhadap upaya pemberangusan serikat pekerja. Peserta diajak memetakan kemungkinan strategi perusahaan sekaligus menyusun langkah antisipasi melalui media komunikasi, poster, dan slogan yang mudah dipahami pekerja.

Selanjutnya, materi Inoculation mengajarkan bagaimana membangun kepercayaan pekerja tanpa memberikan janji-janji yang berlebihan. Pendekatan dilakukan secara bertahap agar pekerja memiliki kesadaran untuk terlibat dalam perjuangan meningkatkan kesejahteraan bersama.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan strategi pengorganisasian berdasarkan skala perusahaan melalui sesi Organising Large, Medium and Small Company, serta diskusi mengenai Battery Supply Chain yang menghadirkan pengalaman organiser Serikat Pekerja Nasional (SPN) di kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Sesi terakhir pada hari kedua mengangkat studi kasus IG Metall di Jerman dalam upaya mengorganisir puluhan ribu pekerja Tesla. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa pengorganisasian perusahaan berskala besar membutuhkan perencanaan yang matang, strategi yang tepat, dan ketekunan dalam membangun hubungan dengan pekerja.

Memasuki hari ketiga, peserta mempelajari materi Lead Organising dan Group Dynamic yang membahas kepemimpinan, dinamika tim, serta pentingnya membangun kepercayaan, komunikasi, partisipasi, dan keandalan dalam sebuah tim organiser.

Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai 8 Step of Conversation, yaitu delapan tahapan percakapan efektif dalam proses perekrutan anggota serikat pekerja. Metode ini dipraktikkan melalui simulasi percakapan satu lawan satu untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para organiser.

Sementara itu, sesi Organising Team Meeting memperkenalkan metode AHA (Angry, Hope, Action) sebagai pendekatan membangun semangat tim kerja agar tetap solid dalam menjalankan kampanye. Hari ketiga ditutup dengan sesi Organising 24/7, yaitu forum evaluasi dan umpan balik terhadap seluruh materi yang telah dipelajari.

Pada hari terakhir, peserta dibekali materi Excuses, yaitu teknik menghadapi berbagai bentuk penolakan pekerja ketika diajak bergabung dalam serikat pekerja. Selanjutnya, materi Restrategies mengajarkan pentingnya mengevaluasi dan menyusun ulang strategi apabila menghadapi hambatan di lapangan, dengan mempertimbangkan sembilan faktor strategis mulai dari kondisi pekerja, komunikasi, kepemimpinan, hingga efektivitas kampanye.

Sebagai penutup, seluruh peserta mempresentasikan rencana aksi pengorganisasian masing-masing melalui sesi Organizing Wall. Dalam sesi ini, peserta menyusun peta jalan (roadmap) pengorganisasian berdasarkan pengalaman selama mengikuti ODP, kemudian mempresentasikannya di hadapan fasilitator untuk mendapatkan masukan dan evaluasi akhir.

Untuk diketahui, peserta dalam agenda tersebut adalah sebagai berikut:

1. Peserta: Indonesia, Thailand, Malaysia, Philipina

2. Berapa orang masing-masing Negara: Indonesia 8, Thailand 6, Philipina 3, malaysia 2

3. Dari Indonesia siapa saja: FSPMI (Panji, Azizah), SPN (Nurayanih), GARTEKS (Roni) , CEMWU KSPSI (Pajar) , FARKES KSPI (Aditya), KEP KSPI(Endang), BBTK Project (Darlina).

4. Pelaksana program : Industriall asia pacific, FES Thailand, IG Metal Germany