Dari Ketinggian 200 Meter, Excavator Berikut Operator Jatuh Ke Sungai Batangtoru

Dari Ketinggian 200 Meter, Excavator Berikut Operator Jatuh Ke Sungai Batangtoru
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan BPBD Tapsel masih terus berupaya mencari Afwan Ritonga, korban laka kerja yang diduga hanyut terseret derasnya Sungai Batangtoru

Tapanuli Selatan, KPonline – Satu unit alat berat jenis excavator milik proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berikut operatornya bernama Afwan Ritonga (38), terjatuh dari ketinggian 200 meter ke dasar daerah aliran sungai (DAS) Batangtoru, kabupaten Tapanuli Selatan provinsi Sumatera Utara atau Sumut, Jum’at (04/12/2020) petang.

Dikabarkan, hingga Sabtu (05/12/2020) siang nasib Afwan Ritonga, sang operator belum diketahui nasibnya karena tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel dari perusahaan dan masyarakat belum berhasil menemukannya. Hingga berita ini dikirim ke redaksi pencarian terhadap Afwan masih terus dilakukan tim gabungan.

Firman Taufick, Communications and External Affairs Director PT. Nort Sumatera Hydro Energy (NSHE), perusahaan yang mengelola PLTA Batangtoru kepada wartawan mengatakan, pihak manajemen PT. NSHE bertanggungjawab penuh atas kejadian kecelakaan tersebut.

“Pebukitan di lokasi yang masuk kawasan Kelurahan Wek I kecamatan Batangtoru itu mengalami longsor pada sehari sebelumnya, yakni Kamis (03/12/2020) malam. Akibatnya jalan sebagai akses masyarakat beraktifitas bersama parit jalan praktis tertutup material lingsor sehingga alat berat dan kenderaan proyek tidak bisa kembali ke barak hari itu.

Afwan Ritinga yang bekerja sebagai operator excavator ditugasi membersihkan material longsor yang menutup jalan dan parit dengan excavator pada Jum’at (04/12/2020) siang. Ketika bekerja di bawah guyuran hujan deras di titik R26, naas menimpa Afwan karena longsor besar terjadi secara tiba-tiba pada sore harinya.

Alat berat milik perusahaan PT. NSHE jenis excavator yang dioperasikan Afwan Ritonga terjatuh bersamaan dengan longsor besar yang terjadi akibat guyuran hujan yang begitu deras dan akhirnya excavator berikut Afwan sebagai operatornya terpental ke dasar sungai Batangtoru.

Sesaat mendengar kabar kecelakaan alat berat dan sekaligus laka (kecelakaan) kerja yang menimpa Afwan Ritonga, pihak kontraktor berkoordinasi langsung dengan BPBD Tapsel dan langsung menuju lojasi bersama para karyawan untuk melihat secara langsung kejadian kecelakasn tersebut.

Sejumlah petugas BPBD dan karyawan perusahaan pun turun dari atas tebing dengan memakai tali tambang untuk melakukan pebpncarian terhadap korban Afwan Ritonga yang merupakan karyawan PT. NSHE, perusahaan pengelola PLTA Batangtoru itu.

Tim gabungan oencari korban mengalami kesulitan akibat intensitas hujan yang terlihat makin deras. Bahkan tim gabungan sampai memakai drone untuk mencari korban, namun karena sudah malam, atas koordinasi BPBD, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esoknya Sabtu (03/12/2020).

“Pihak perusahaan juga telah berkoordinasi para instansi terkait di Tapsel seperti pihak TNI dan Polri, namun hinnga Sabtu (05/12/2020) belum ada kabar penemuan korban yang menurut dugaan Afwan Ritinga hanyut dibawa arus derasnya sungai Batangtoru, apalagi terus-terusan diguyur hujan,” kata Firman.

Dikatakannya, pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan yang baru pertama kalinya ini melanda perusahaannya sepanjang proses pembangunan proyek PLTA Batangtoru ini berlangsung. (Balyan Kadir)