Dari Kalimantan ke Jakarta, 3 PUK SPEE FSPMI PT. PCN Penuhi Undangan Mediasi Kementrian Ketenagakerjaan

Jakarta, KPonline – Sistem outsourcing dalam dunia ketenagakerjaan seakan tidak pernah lepas dari masalah. Tidak terkecuali yang terjadi di PLN sebagai perusahaan plat merah alias milik Negara (BUMN).

Beberapa perwakilan dari pekerja outsourcing PLN dari vendor PT. Paguntaka Cahaya Nusantara (PCN) Kalimantan harus datang ke Ibukota Jakarta memenuhi panggilan Mediasi dari Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Pertemuan ini sebagai tindak lanjut pertemuan Mediasi sebelumnya yang belum ada kesepakatan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (12/09/2022).

Selasa (13/09/2022), perwakilan pengurus Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPEE FSPMI) PT. PCN Kuala Kapuas, Banjarmasin, dan Tanah Laut dan bersama Ketua DPW FSPMI Kalselteng berangkat dari bandara Syamsudin Noor International Airport di Banjarbaru.

Tiba pada hari pada hari yang sama dan menginap di Kantor DPP FSPMI di Jalan Raya Pondok Gede Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Agenda Mediasi yang dilakukan di Kemnaker ini terkait permasasalah kekurangan THR pekerja Kantor Pelayanan (KP), perjanjian kerja yang berbeda serta Bekerja 24 jam yang lemburnya tidak dibayarkan oleh perusahaan.

Selain itu juga adanya intimidasi bagi pekerja KP yang menjalankan system 8 jam kerja diintimidasi akan mendapat peringkat bawah pada papan skor kinerja.

Pada proses mediasi yang berjalan alot di karenakan pihak perusahaan Paguntaka Cahaya nusantara (PCN)masih bersikukuh dengan perdir 0219. Sedangkan pihak pekerja merasa bahwa Perdir tersebut yang merasa merugikan pihak pekerja karena dianggap tidak sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Mediasi yang berlangsung kurang lebih 2 namun kata kesepakatan tak tercapai. Sehingga pihak kementrian akan melanjutkan ke mediasi ke 3.

Rasa kecewa para perwakilan pekerja tidak dapat disembunyikan karena mereka harus berlanjut melalui mediasi ke 3 yang akan dilakukan melalui media Zoom. Meskipun sangat menguras tenaga dan melelahkan, mereka merasakan ada hikmah dari perjuangan ini karena merasa senang mendapat pengalaman dan keyakinan selama berserikat.

Penulis: Deddy Chandra
Foto: Tim PUK SPEE FSPMI PT. PCN Kalselteng