Mogok Kerja di HMMI Berakhir, Wahyu Hidayat: Komunikasi Jadi Kunci Hubungan Industrial

Mogok Kerja di HMMI Berakhir, Wahyu Hidayat: Komunikasi Jadi Kunci Hubungan Industrial

Purwakarta, KPonline-Aksi mogok kerja spontan yang dilakukan oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAMK FSPMI) PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) akhirnya berakhir dengan kondusif. Tuntutan pekerja pun disebut telah dipenuhi dan aktivitas perusahaan kembali berjalan normal.

Ketua Pimpinan Cabang SPAMK FSPMI Purwakarta, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa aksi mogok kerja spontan yang terjadi pada hari ini, Senin (11/5/2026) bukan tanpa sebab. Menurutnya, aksi tersebut bersifat reaktif karena adanya persoalan hubungan industrial yang sudah cukup lama berkembang di internal perusahaan.

“Ada beberapa hal internal yang memang di tubuh manajemen mungkin kurang memahami tentang visi perusahaan, bagaimana membina hubungan industrial yang tidak hanya harmonis tetapi juga produktif. Dan memang ada beberapa persoalan hubungan industrial yang belum selesai, tetapi hari ini mungkin sudah sampai pada titik klimaksnya,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, aksi spontan tersebut langsung mendapat respons besar dari para pekerja yakni dari dua plant berbeda, yakni Plant 2 Machining dan plant 1 Asembling. Mereka secara serentak meninggalkan mesin produksi sebagai bentuk solidaritas dan respons perlawanan terhadap persoalan yang berkembang di lingkungan tempat kerja mereka.

Menurut Wahyu, situasi tersebut terjadi karena adanya ketidaksinkronan dari salah satu pimpinan di perusahaan yang selama ini menjadi perbincangan di kalangan pekerja. Namun, persoalan itu akhirnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kesepahaman bersama.

“PUK melakukan mogok kerja yang segera disambut seluruh anggota dan pekerja. Mereka meninggalkan mesin-mesin karena memang persoalan ini sudah menjadi obrolan dan isu yang berkembang. Alhamdulillah persoalan tersebut dapat terselesaikan hari ini,” katanya.

Wahyu menilai, dinamika seperti ini merupakan hal yang wajar dalam hubungan industrial. Namun demikian, ia menegaskan pentingnya komunikasi antara serikat pekerja dan pimpinan perusahaan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Dalam dinamika hubungan industrial, hal seperti ini adalah sesuatu yang wajar. Tetapi komunikasi antara serikat pekerja dengan pimpinan perusahaan sangat penting untuk menjalankan hubungan industrial yang lebih baik,” tegasnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga hubungan industrial yang sehat demi keberlangsungan perusahaan maupun kesejahteraan pekerja.

“Oleh karena itu, menjadi tugas bersama untuk saling menjaga. Sekali lagi serikat pekerja sifatnya hanya reaktif. Apapun persoalannya sebaiknya diinformasikan, dikomunikasikan, dan dicari jalan terbaik untuk semua pihak,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya kepada Media Perdjoeangan, Wahyu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berupaya menjaga situasi tetap kondusif hingga aksi mogok kerja dapat diselesaikan tanpa berlarut-larut.

“Alhamdulillah aksi mogok kerja sudah selesai dan tuntutan mereka dipenuhi. Semoga ke depan Hino khususnya HMMI semakin maju, semakin jaya, dan buruhnya semakin sejahtera. Serta hubungan industrial antara serikat pekerja dan pimpinan perusahaan dapat terjalin lebih baik,” ucapnya.

Ia juga menilai penyelesaian cepat terhadap aksi tersebut menunjukkan adanya saling pengertian antara pekerja dan manajemen perusahaan.

“Dengan reaktif kemudian selesai, berarti kita dapat melihat bahwa ada saling pengertian di antara mereka, memahami dan tidak berlarut-larut. Terima kasih atas kerja sama semua pihak,” pungkasnya.