SPLP FSPMI Dampingi Anggota dalam Kasus Senggolan Bus-LV di PT. IWIP

SPLP FSPMI Dampingi Anggota dalam Kasus Senggolan Bus-LV di PT. IWIP

Halmahera Tengah, KPonline – Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PUK SPLP FSPMI PT IWIP) melakukan pendampingan terhadap salah satu anggotanya yang mengalami insiden operasional pada 13 Mei 2026 lalu.

Pendampingan dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026 melalui forum Industrial Relations. Kasus yang ditangani tercatat dalam Berita Acara No: BA-SPLP/IR/V/2026/061 dengan perihal insiden operasional yang menimpa Sdr. Saputra, Operator Bus Departemen Ore Hauling.

Informasi yang dihimpun koran perdjoeangan, insiden terjadi di awal shift pagi ketika kendaraan bus yang dikemudikan Saputra bersenggolan dengan Light Vehicle (LV). Menurut pemaparan pengurus serikat, LV tersebut terparkir di zona manuver bus tanpa dilengkapi safety cone dan mengabaikan peringatan lisan yang telah disampaikan operator bus sebelum kejadian.

Dalam forum Industrial Relations bersama IR Pusat Bapak Tayib, pengurus serikat Ateng Sulaeman menyampaikan sejumlah fakta lapangan secara sistematis. Di antaranya bukti foto lokasi kejadian, kondisi LV yang parkir di zona bus tanpa pengaman, serta adanya peringatan yang sudah diberikan anggota sebelum insiden terjadi. Pengurus juga menyampaikan pertimbangan kemanusiaan mengingat anggota memiliki banyak tanggungan keluarga.

Selanjutnya dalam proses pendampingan seluruh fakta telah disampaikan kepada IR Pusat. Saat ini kasus memasuki tahap ketiga, yaitu menunggu keputusan akhir dari pihak manajemen.

Pengurus PUK SPLP FSPMI PT.IWIP, Ateng Sulaeman menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus ini agar diselesaikan secara adil dan proporsional sesuai regulasi dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang berlaku. Pengurus serikat optimis anggota mendapat perlakuan yang setimpal berdasarkan fakta di lapangan.

Pendampingan ini sebagai wujud nyata kehadiran serikat dalam setiap kondisi yang menimpa anggotanya, terutama di tengah masa pembinaan yang sedang dijalani.

Hingga berita ini dirilis belum ada perkembangan yang signifikan atas insiden yang dialami anggota tersebut. (Yanto)