Bekasi, KPonline – PC SPLP FSPMI Bekasi menggelar Pendidikan Dasar (Pendas) bagi anggota sebagai langkah awal membangun kader yang memahami hak, kewajiban, dan perjuangan serikat pekerja. Kegiatan berlangsung di Training Center FSPMI Bekasi, Jl. Yapink Putra No.11, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Minggu, 26 Juli 2026.
Sebanyak 35 peserta dari 5 PUK SPLP FSPMI mengikuti kegiatan ini. Kelima PUK tersebut yaitu PT. Panacipta Seinan Component, PT. Narumi Indonesia, PT. Alcomexindo, PT. Walsin Lippo Industries, dan PT. Asianet Spring Indonesia.
Pendidikan Dasar dianggap penting agar anggota memiliki pemahaman yang sama tentang peran dan fungsi serikat pekerja di tempat kerja maupun dalam gerakan buruh.
Yusrizal selaku Biro Bidang Pendidikan PC SPLP FSPMI Bekasi mengatakan tujuan Pendas adalah agar anggota dapat memahami bagaimana itu serikat pekerja.
“Anggota harus memahami hak maupun kewajiban dan sebagai anggota agar dapat patuh terhadap AD/ART juga taat pada instruksi FSPMI. Dengan diberikan pemahaman tersebut diharapkan militansi anggota dapat terbentuk sesuai harapan,” katanya.
Yusrizal menambahkan, selain militansi dan pemahaman organisasi, anggota juga diberikan pemahaman tentang Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
“Hal ini penting agar anggota tidak hanya loyal, tapi juga cerdas dalam menyikapi persoalan di tempat kerja,” tambahnya.
Para fasilitator yang mengisi materi secara bergantian yaitu Yanto, Wiwik Aswanti, S.H., M.H., dan Heru Purdiyanto, S.H. Materi yang disampaikan meliputi Serikat Pekerja/Serikat Buruh, Sejarah pergerakan serikat pekerja dan FSPMI, Administrasi dan keuangan serikat pekerja, pengenalan Perjanjian Kerja Bersama dan teknik negosiasi, serta tata cara penyampaian keluh kesah.
Peserta tidak hanya mendengar paparan. Mereka juga diajak diskusi dan simulasi kasus. Antusiasme peserta cukup tinggi. Banyak yang aktif bertanya soal PKB, PHK, hingga cara menyampaikan aspirasi ke manajemen.
PC SPLP FSPMI Bekasi menargetkan seluruh anggota baru wajib mengikuti Pendas. Diharapkan dari pendidikan ini akan muncul generasi cerdas di SPLP FSPMI yang mampu menjadi garda terdepan perjuangan buruh di pabrik masing-masing. (Yanto)