Cerita Muchtar Pakpahan Tentang Peranan Gusdur dalam Berdirinya SBSI

  • Whatsapp

Jakarta,KPonline – Kabar duka datang dari pendiri serikat buruh independen pertama di Indonesia, Muchtar Pakpahan. Dia menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu malam 21 Maret 2021, pada umur 67 tahun.

Di Kutip dalam website pribadinya, Muchtar menceritakan bahwa pada 24-26 April 1992, berlangsung pertemuan buruh nasional di hotel cipayung Bogor, yang dihadiri 107 tokoh, aktivis dan buruh.

Bacaan Lainnya

Penanggungjawab Pertemuan tersebut adalah Muchtar Pakpahan, Sukowaluyo Mintorahardjo, Sabam Sirait dan KH. Abdurrahman Wahid. Yang mengurus ijin pertemuan adalah Yayasan Komunikasi, yang sekarang menjadi Parkindo, tetapi Gusdur ikut tandatangani permohonan ijin.

Ia menceritakan Polri tidak memberi ijin karena tidak di rekomendasikan TNI. Walaupun tanpa ijin, akan tetapi pertemuan tetap berlangsung. Ruang pertemuan di Hotel Cipayung itu, dikepung oleh banyak TNI/AD ada yang bilang sampai ribuan orang.

Ketika terdengar ada pembicaraan melalui HT, si pembicara bilang, mohon petunjuk apa tindakan karena gajah selalu di dalam. Rupanya yang dimaksud gajah adalah Gusdur. Karena gajah ada, pertemuan tidak dibubarkan, tanggal 25 April 1992, di deklarasikanlah berdirinya (K)SBSI.

“Dalam proses pendirian KSBSI ini, ada dua yang menarik. Kami berdua beberapa kali bertemu di mulai jam 24 atau 01 tengah malam di PBNU. Yang menarik lainnya, ketika Sukowaluyo tampil sebagai pembicara, Gusdur terdengar mendengkur, alias tidur pulas. Waktu SukoWaluyo menyampaikan sesuatu, peserta tertawa, Gusdur terbangun langsung menimpali, peserta geerrrr tertawa,, habis itu Gusdur mendengkur lagi.”

Juli 1993 adalah Kongres Nasional I K(SBSI) di Cisarua Bogor. Pada ketika itu ada rumor GusDur tidak disukai Cendana, karena GusDur hendak mengorganisir revolusi, yang di awali istighosah nasional, dilanjutkan kegiatan Fordem.

“Suatu sore Gusdur mengontak saya agar kami bertemu. Dalam pertemuan itu Gusdur beritahu, kehadirannya ikut mendirikan SBSI menambah dosa bagi istana. Untuk sementara waktu, dia mengurangi kontaknya dengan SBSI, dan suatu ketika mungkin akan saya kemukakan peranan saya hanya hadir pada pertemuan pembentukan SBSI.”

“Yang menarik untuk saya sampaikan, ketika saya tanyakan apa benar jin-jin disiapkan menjaga istighosah yang di senayan yang lalu? GusDur menjawab, karena saya dikadali istana, ya istananya balik saya kadali. Polri bilang tidak akan mengeluarkan ijin. GusDur menjawab tidak perlu ijin. Polri bilang tidak dijamin keamanan, GusDur menjawab saya akan undang jin menjaga keamanannya. Ahirnya Polri tidak berani menghalangi. Tapi ada seorang dari NU Jaksel meyakinkan, bahwa yang dari Jaksel itu benar-benar mengundang jin dari Brunai, Malaysia, Irak, Mesir dll”

“Tidak berapa lama dari pertemuan itu, menjelang berlangsungnya Kongres Nasional I KSBSI, GusDur mengalami kecelakaan(tapi keyakinan aktivis dicelakakan). Dengan kecelakaan itu, Ibu yang melahirkan meninggal, isteri menjadi lumpuh, GusDur mengalami kebutaan satu mata.Gus Dur rela berkorban demi rakyat banyak. itulah hero atau pahlawan” Tulisnya

Pos terkait