Buruh Mogok Nasional Karena Virus Corona, Mungkinkah?

  • Whatsapp

Bogor, KPonline – Hari demi hari, korban meninggal dunia akibat wabah dan penyebaran virus Corona semakin bertambah banyak. Per 27 Maret 2020, PDP sebanyak 1.046 kasus, 46 orang diantaranya dinyatakan sembuh, dan korban meninggal dunia sebanyak 87 orang. Dan sangat mungkin, akan semakin bertambah banyak, jika tindakan antisipatif dari pihak pemerintah pusat dan daerah, belum ada hasil yang signifikan.

Dengan situasi dan kondisi yang semakin mengkhawatirkan tersebut, sudah saatnya pihak pemerintah pusat maupun pihak pemerintah daerah mengambil langkah-langkah konkret dalam menghalau wabah dan penyebaran virus Corona atau yang dikenal dengan Covid-19. Harus ada inisiatif atau dengan cara-cara yang lebih massif. Tindakan antisipatif yang lebih jauh dan “out of the box”, sangat dinantikan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Berita Lainnya

Wabah dan penyebaran virus Corona, masih akan terus berlangsung, jika masih ada banyak tempat berkumpul dan berkerumun. Semisalnya saja, pabrik-pabrik dan tempat-tempat lainnya, yang berpotensi menjadi konsentrasi masssa.

Hingga saat ini, masih ada banyak pabrik yang masih terus melakukan proses produksi. Pabrik-pabrik tersebut, memiliki buruh yang jumlah ratusan atau bahkan mungkin ribuan orang.

Hal itu, tentu saja, sangat memungkinkan penyebaran virus Corona akan semakin mudah. Karena dapat ditularkan dari orang ke orang, atau bisa juga melalui media barang ke orang.

Seperti di kawasan-kawasan industri di Jabodetabek, dimana banyak ekspatriat yang juga bekerja dipabrik-pabrik tersebut. Bukan sebagai bentuk tuduhan terhadap ekspatriat-ekspatriat tersebut. Akan tetapi, mereka sangat mungkin terjangkit virus Corona, karena bepergian ke luar negeri atau sedang liburan di negara asal mereka.

Tentunya, harus mendapatkan perhatian yang lebih dari para pelaku usaha atau para pemilik pabrik. Karena wabah dan penyebaran virus Corona, begitu cepat dan berpotensi menjadi kepanikan sosial dikalangan masyarakat luas.

Pada 2012, seluruh kalangan dan elemen buruh bersatu padu dalam menggerakan Aksi Mogok Nasional. Para aktivis buruh berupaya keras agar kenaikan upah terjadi secara signifikan.

Hampir di seluruh Indonesia, serikat buruh dan serikat pekerja yang ada, meneriakan kata-kata dan kalimat yang sama. Kenaikan upah yang layak. Dan pada akhirnya, keberhasilan digenggam, pun meski masih ada beberapa daerah yang hingga saat ini, masib tertinggal dalam hal pengupahan yang layak.

Kini, di 2020, kaum buruh dan kaum pekerja yang ada di seluruh Indonesia, mengalami nasib yang sama. Memiliki ketakutan dan kekhawatiran yang sama, yaitu takut dan khawatir dengan wabah dan penyebaran virus Corona.

Kaum buruh dan kaum pekerja, bekerja dipabrik-pabrik dengan rasa was-was. Khawatir mereka terpapar virus Corona dijalan-jalan ketika menuju dan pulang dari tempat kerja. Buruh-buruh pabrik itu pun khawatir, jika terpapar dan terjangkit virus Corona didalam pabrik. Takut, khawatir dan was-was, membayangi buruh-buruh pabrik tersebut.

Kaum buruh, baik dipabrik-pabrik, di jalan-jalan dan di tempat-tempat lainnya pun juga merasakan hal yang sama. Khawatir dan takut akan wabah dan penyebaran virus Corona.

Akan tetapi, apa boleh buat, hingga saat ini belum juga ada perhatian yang serius dari pihak pemerintah pusat maupun daerah. Belum ada yang menyatakan, agar buruh-buruh pabrik, dan para pekerja lainnya diliburkan, dan harus melakukan Social Distancing dirumah masing-masing.

Jika pada 2012 yang lalu, kaum buruh dan kaum pekerja mampu bergerak dalam memperjuangkan upah mereka. Upah sebagai urat nadi bagi kaum buruh dan kaum pekerja, sebagai nafkah bagi keluarga mereka juga. Maka pada 2020 ini, apakah kaum buruh dan kaum pekerja akan mampu memobilisasi massa yang besar juga seperti 2012 yang lalu?

Bukankah masalah yang dihadapi oleh kaum buruh dan kaum pekerja saat ini adalah hal yang sama. Satu masalah yang sama, yaitu wabah dan penyebaran virus Corona ?

Jika pada 2012 yang lalu, demi upah yang lebih baik, kaum buruh dan kaum pekerja mampu menggerakan Aksi Mogok Nasional, kenapa disaat ini kaum buruh dan kaum pekerja belum juga bergerak. Padahal, saat ini keselamatan jiwa dan kesehatan kaum buruh dan kaum pekerja saat ini sedang terancam, dengan adanya wabah dan penyebaran virus Corona.

Jadi kapan, kaum buruh dan kaum pekerja akan Aksi Mogok Nasional, dalam melawan dan menghadang wabah dan penyebaran virus Corona ?

Pos terkait