Buruh Jatim Butuh Item Rumusan KHL Di Upgrade Dengan Kebutuhan Jaman Now

  • Whatsapp

Surabaya KPonline – Seiring berjalannya waktu, banyak perubahan yang terjadi dalam lingkungan sekitar kita, salah satunya adalah harga kebutuhan pokok sehari-hari.

Jika di lihat dari sudut pandang seorang pekerja/buruh, apalagi yang mempunyai upah pas-pasan bahkan dibawah UMK, perubahan harga kebutuhan pokok adalah salah satu faktor yang paling menentukan sisa upah para pekerja/buruh setiap bulannya mengalami defisit atau kah sebaliknya.

Bacaan Lainnya

Namun setelah dicermati dengan berbagai perkembangan yang terjadi hingga sampai saat ini dan semenjak adanya PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, nampaknya upah buruh setiap bulannya semakin lama semakin sulit untuk di sisakan, bahkan upah minus pun sering dialami oleh beberapa buruh/pekerja di salah satu pabrik akibat kenaikan harga pokok dan pemasukan upah tiap bulan tidak sebanding.

“Sekarang saya tak seperti dulu lagi ketika masih lajang, usai menikah dan berkeluarga, otomatis pengeluaran saya akan bertambah, belum lagi kenaikan harga pokok yang gak sebanding dengan pemasukan yang tiap bulan cuma segitu-segitu aja” Ujar Fendy, salah seorang pekerja di perusahaan konstruksi terbesar di Warugunung.

Melihat biaya kebutuhan hidup layak saat ini, serasa ada yang harus perlu diperbaharui, agar para pekerja/buruh mampu memiliki sebuah kehidupan yang paling tidak, bisa dibilang agak sedikit layak dan sejahtera.

Salah satu caranya mungkin adalah merubah rumusan upah KHL yang hingga saat ini dipakai untuk menentukan upah buruh/pekerja setiap tahunnya, dengan cara menambahkan beberapa item kebutuhan pokok yang telah di sesuaikan dengan kebutuhan pekerja/buruh saat ini, kedalam rumusan KHL jaman old (lama).

Penambahan beberapa item seperti perlunya kebutuhan suplemen untuk buruh, perlunya item air minum untuk pekerja, perlunya item suplemen agar buruh bisa selalu fit, perlunya item kebutuhan untuk beli paketan data internet, dll. Dirasa harus mulai di masukan dalam rumusan item KHL era saat ini, karena rumusan KHL lama sudah dirasa tidak sesuai dengan kehidupan di jaman now (sekarang.red).

“Sekarang itu jamannya buruh jajannya paketan data internet mas, tak cukup lagi sekedar kopi dan rokok ataupun membaca majalah dan dengerin radio, itu sudah ketinggalan jaman.” Ujar Dhani, pekerja lain di satu perusahaan yang sama.

Diharapkan pemerintah kedepanya bisa lebih cermat dalam membuat sebuah kebijakan terkait pengupahan bagi masyarakat yang ada di Jawa Timur, tentunya dengan tetap memakai dasar dan aturan yang berlaku, dan yang telah di sesuaikan gaya hidup masyarakat saat ini.

(Bobby – Surabaya)

Pos terkait