Bekasi, KPonline – Solidaritas tidak selalu harus diwujudkan dengan aksi besar. Kadang, cukup dengan menyingsingkan lengan baju dan merelakan sebagian darah untuk menyelamatkan nyawa orang lain.
Semangat itulah yang kembali ditunjukkan warga RW 08 Perumahan Asri Pratama, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bekasi, Pengurus RW 08 menggelar kegiatan donor darah di Kantor Posyandu Nusa Indah VIII, Minggu (13/9/2026).
Yang menarik, mayoritas pendonor merupakan buruh dan para istrinya yang tinggal di lingkungan RW 08 Asri Pratama. Di tengah rutinitas bekerja dan kesibukan rumah tangga, mereka tetap meluangkan waktu untuk melakukan aksi sederhana yang memiliki arti besar bagi kemanusiaan.
Kegiatan ini juga bukan kegiatan seremonial. Donor darah telah menjadi agenda rutin warga yang dilaksanakan setiap empat bulan sekali. Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama telah tumbuh menjadi budaya solidaritas di lingkungan masyarakat.
Ketua Posyandu Nusa Indah VIII sekaligus Ketua Panitia, Mimin Tarminah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga RW08 Asri Pratama yang terus berpartisipasi secara sukarela dalam kegiatan donor darah tersebut.
“Donor darah secara rutin sangat baik untuk kesehatan pendonor, selain sangat membantu saudara kita yang membutuhkan darah melalui PMI Kabupaten Bekasi,” kata Mimin.
Menurutnya, keberadaan kegiatan rutin tersebut diharapkan tidak hanya dipertahankan, tetapi juga semakin ditingkatkan. Semakin banyak warga yang berpartisipasi, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan untuk membantu ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Hal senada disampaikan Syarif Hidayat, salah satu pendonor yang juga anggota Garda Metal FSPMI Bekasi. Ia menilai donor darah merupakan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung, baik bagi pendonor maupun penerima darah.
“Kegiatan donor darah sangat baik untuk kesehatan dan sangat membantu sesama. Ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” ujar Syarif.
Bagi warga RW 08 Asri Pratama, donor darah menjadi lebih dari sekadar kegiatan sosial. Ia menjadi ruang untuk merawat solidaritas dan kepedulian di tengah masyarakat.
Sebab, bagi mereka, menolong sesama tidak harus menunggu menjadi orang kaya atau memiliki banyak harta. Ketika memiliki darah yang sehat, seseorang sudah memiliki kesempatan untuk memberikan harapan hidup kepada orang lain.
Setetes darah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seseorang yang sedang membutuhkan transfusi, setetes darah bisa menjadi pembeda antara harapan dan kehilangan.