KC FSPMI Jepara Raya Dan Jamkeswatch Jepara Audiensi Dengan BPJS Kabupaten Jepara, Jalin Kerjasama Pengawasan Jaminan Kesehatan Dan Minta Dukungan Jaminan Layanan Kesehatan Peserta Latsar GM Jawa Tengah Di Jepara
Jepara, KPonline-Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Jepara Raya bersama lembaga pengawas jaminan kesehatan nasional Jamkeswatch Jepara menggelar audiensi dengan BPJS Kesehatan Kabupaten Jepara, Jum’at (26/6/2026).
Audiensi hari ini berlangsung di ruang rapat BPJS Kesehatan Kabupaten Jepara diikuti oleh ketua KC FSPMI Jepara Raya beserta kepengurusannya, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jamkeswatch Jepara dengan Kepala Cabang (Kacab) BPJS Kabupaten Jepara dan Kepala Bagian (Kabag) Kepesertaan BPJS Kesehatan KC Kudus.
Tujuan mereka melakukan audiensi yang pertama adalah untuk menjalin kerjasama dibidang kepengawasan jaminan kesehatan nasional. Kedua, meminta dukungan kepada BPJS Kesehatan Kabupaten Jepara dalam hal penjaminan pemenuhan layanan kesehatan buruh FSPMI yang akan mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) Garda Metal Jawa Tengah pada Juli mendatang.
Praptadi Agung Sadyoga Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Jepara dan Jatmiko Hadi Sunyoto Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kudus menyambut baik audiensi dan memulai audiensi dengan sambutan hangat dan ucapan terima kasih.
“Terima kasih kami sampaikan kepada teman-teman KC FSPMI Jepara Raya, atas surat permintaan audiensi yang dikirim kepada kami. Meski sempat molor, yang seharusnya hari Senin menjadi hari ini Jumat,” kata Agung.
Dalam kesempatan tersebut, Yopy Priambudi ketua KC FSPMI Jepara Raya menyampaikan penjelasan singkat mengenai Lembaga Pengawas Jaminan Kesehatan Nasional Jamkeswatch Jepara dan
“Jamkeswatch sendiri merupakan lembaga pengawas jaminan kesehatan yang diprakarsai oleh kaum buruh dan menjadi bagian dari komitmen gerakan buruh dalam mengawal hak atas jaminan kesehatan dan perlindungan sosial bagi kaum buruh khususnya hingga ke masyarakat luas,” ucap Yopy.
“Sekaligus menegaskan kembali nilai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa warga negara berhak atas jaminan kesehatan dan jaminan sosial sebagai bagian dari hak asasi manusia dan menjadi tanggung jawab negara,”imbuhnya.
Selanjutnya, Eko Dwi Afandi DPD Jamkeswatch Jepara menyampaikan bahwa pihaknya ingin meminta dukungan dari BPJS Kesehatan Jepara terhadap jaminan pemenuhan layanan kesehatan buruh FSPMI Jawa Tengah yang akan mengikuti pelatihan dasar Garda Metal di Batealit, Jepara.
“Hal tersebut dilatarbelakangi oleh pengalaman yang dialami oleh teman-teman buruh FSPMI Jawa Tengah ketika mengadakan pelatihan dasar Garda Metal di Nglimut, Gonoharjo, Kendal. Dimana ada beberapa peserta latsar mengalami masalah kesehatan, kami bawa ke tempat instansi kesehatan dan ternyata dari instansi tersebut mengatakan bahwa untuk pengobatan peserta latsar tidak bisa dicover oleh BPJS degan berbagai alasan,” kata Eko dalam kesempatannya.
Eko juga menegaskan bahwa menjalin komunikasi lebih awal dengan BPJS Kesehatan Kabupaten Jepara sebelum pelatihan dasar berlangsung diharapkan kasus atau permasalahan serupa tidak terjadi di pelatihan dasar yang akan berlangsung pada Juli mendatang.
“Komunikasi kami bangun lebih awal, harapanya kasus serupa tidak terjadi di latsar yang berlangsung pada Juli mendatang. Peserta yang mengalami masalah kesehatan tetap mendapatkan haknya dalam hal berobat dan pihak BPJS Kesehatan Kabupaten Jepara dapat menjalankan fungsinya untuk memastikan peserta yang mengalami masalah kesehatan terjamin atas pemenuhan layanan kesehatan sesuai perundangan yang berlaku,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak BPJS Kesehatan Kabupaten Jepara melalui Praptadi Agung Sadyoga menyambut baik hadirnya lembaga pengawas jaminan kesehatan Jamkeswatch Jepara. Pihaknya menganggap Jamkeswatch adalah mitra yang akan membantu dalam hal monitoring atau pengawasan jalannya program layanan kesehatan BPJS Kesehatan Jepara kepada buruh dan masyarakat luas.
Selanjutnya, mengenai permintaan dukungan jaminan pemenuhan layanan kesehatan untuk buruh yang akan menjadi peserta pelatihan dasar Garda Metal di Jepara, pihaknya menyatakan akan mendukung sebagai penjamin layanan kesehatan.
“Kami ini adalah penjamin, dan pihak Rumah Sakit atau Klinik adalah yang mmberikan layanan kesehatan. Kami sarankan kepada teman-teman KC FSPMI Jepara Raya dan Jamkeswatch untuk melakukan audiensi juga dengan Rumah Sakit atau Klinik yang akan menjadi rujukan oleh peserta yang mengalami masalah kesehatan saat Latsar berlangsung, sehingga semua dapat berkomunikasi dengan baik. Bagi kami tidak ada masalah, sesuai kapasitas kami, kami mendukung dan akan membantu sesuai kapasitas kami,” kata Agung.