Jakarta, KPonline – Media Perdjoeangan FSPMI terus memperkuat konsolidasi dan meningkatkan kapasitas pengurus di berbagai daerah. Hal tersebut terlihat dalam rapat koordinasi Pengurus Media Perdjoeangan Daerah bersama Media Perdjoeangan Nasional yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin malam, 10 Agustus 2026.
Rapat berlangsung mulai pukul 20.15 WIB hingga 22.15 WIB dan dipimpin oleh Koordinator Peliputan Nasional (Korlipnas) Media Perdjoeangan DPP FSPMI, Agung Purwanto dan Wiwik Aswanti.
Rapat diikuti perwakilan Pengurus Media Perdjoeangan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cirebon, DKI Jakarta, Bandung, Cianjur, Bogor, Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi, Pelalawan Riau hingga Tegal.
Konsolidasi tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus menyamakan langkah agar Media Perdjoeangan di setiap daerah memiliki arah kerja yang semakin terstruktur.
Rakerdasus dan Tindak Lanjut Organisasi
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah persiapan Rapat Kerja Khusus Daerah (Rakerdasus) Media Perdjoeangan bagi daerah yang belum melaksanakannya.
Dalam rapat disampaikan bahwa sejumlah daerah telah menyelesaikan Rakerdasus, yaitu Sumatera Utara, Bekasi, Cirebon dan Tangerang. Sementara beberapa daerah dalam waktu dekat akan melaksanakan Rakerdasus, di antaranya Bogor, Karawang dan Aceh.
Selain persiapan Rakerdasus, rapat juga membahas tindak lanjut pasca-Rakerdasus, evaluasi kinerja Media Perdjoeangan masing-masing daerah, pembentukan kontributor di tingkat PUK, pembentukan Blue White Team di setiap daerah, serta berbagai persoalan dan kebutuhan pengembangan Media Perdjoeangan.
Seragamkan Identitas Media Sosial
Dalam rangka memperkuat branding dan memudahkan masyarakat menemukan kanal informasi FSPMI di berbagai daerah, Media Perdjoeangan Nasional juga mendorong adanya penyeragaman identitas media sosial.
Format yang diarahkan antara lain:
– Fanpage Facebook atau Halaman Facebook dengan Format Suara FSPMI [nama daerah]
Contoh :
– Suara FSPMI Karawang
– Suara FSPMI Bekasi
– Suara FSPMI Bandung Raya
– Suara FSPMI Cirebon Raya
– dll
– Instagram yang terhubung dengan Facebook untuk memudahkan distribusi berita dan agenda organisasi.
– YouTube FSPMI Official [Nama Daerah].
– Platform X sebagai salah satu kanal komunikasi digital.
Penyeragaman tersebut diharapkan membuat kanal media FSPMI di tingkat daerah lebih mudah dikenali sekaligus memperkuat jaringan informasi organisasi.
Evaluasi Media Perdjoeangan Daerah
Dalam sesi evaluasi, masing-masing daerah menyampaikan perkembangan, kendala, maupun kebutuhan penguatan sumber daya manusia.
Media Perdjoeangan Pelalawan Riau dinilai cukup baik dalam proses pembelajaran penulisan berita. Namun, masih terdapat kendala pada pengelolaan media sosial, khususnya saat melakukan perubahan nama daerah pada akun. Persiapan Rakerdasus juga masih dalam tahap komunikasi dengan perangkat organisasi di tingkat kabupaten maupun wilayah.
Media Perdjoeangan Bogor masih dalam tahap pembelajaran. Salah satu kendala adalah keterbatasan peralatan peliputan karena masih menggunakan perangkat pribadi, khususnya telepon seluler. Bogor dijadwalkan melaksanakan Rakerdasus pada 13 Agustus 2026. Di wilayah tersebut terdapat empat PC SPA FSPMI dengan sekitar 54 PUK.
Sementara itu, Media Perdjoeangan Bandung Raya menyampaikan bahwa perkembangan organisasi masih belum maksimal. Wilayah Bandung Raya mencakup Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.
Kehadiran pengurus dalam rapat masih menjadi kendala karena rata-rata hanya sekitar empat orang yang aktif hadir. Dari total 12 pengurus, sekitar lima orang yang terlihat aktif.
Keterbatasan sumber daya manusia, pendidikan, komunikasi, serta dukungan dari perangkat PC SPA FSPMI menjadi beberapa persoalan yang perlu mendapatkan perhatian. Media Perdjoeangan Bandung Raya berharap adanya pendampingan dan penguatan dari Media Perdjoeangan Nasional.
Rakerdasus Bandung Raya direncanakan pada 18 Oktober 2026, dengan rencana kunjungan kerja Media Perdjoeangan Nasional pada September untuk melakukan sharing sekaligus membantu persiapan.
Media Perdjoeangan Cirebon Raya menyampaikan bahwa SK kepengurusan akan dievaluasi dan direvisi untuk menyesuaikan tingkat keaktifan pengurus. Terdapat beberapa pengurus yang masih lambat dalam merespons komunikasi. Cirebon juga menyampaikan rencana penggunaan seragam Media Perdjoeangan untuk identitas ID card dan kegiatan lapangan.
Media Perdjoeangan Tegal masih melakukan koordinasi dengan Media Perdjoeangan Jawa Tengah. Pengurus masih dalam tahap belajar meningkatkan kemampuan pemberitaan kegiatan. Saat ini terdapat empat PUK di wilayah Tegal, dengan sektor SPAMK dan SPAI yang telah berjalan.
Media Perdjoeangan Karawang menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah persiapan Rakerdasus yang akan dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Di sisi lain, aktivitas peliputan tetap berjalan dengan mengikuti berbagai agenda PUK, PC maupun KC FSPMI Kabupaten Karawang.
Media Perdjoeangan Aceh masih fokus mempersiapkan Rakerdasus serta melakukan komunikasi dengan perangkat PC SPA FSPMI.
Media Perdjoeangan Purwakarta menyampaikan bahwa pemberitaan, foto dan video relatif berjalan baik. Setiap kegiatan diupayakan tetap dipublikasikan melalui Koran Perdjoeangan. Namun, pengurus masih terus melakukan pembelajaran, khususnya dalam penulisan berita dan pembuatan video pendek.
Sementara Media Perdjoeangan Bekasi menyampaikan kondisi organisasi masih berjalan baik dan terus berupaya meningkatkan kualitas kerja.
Bangun Kontributor hingga Tingkat PUK
Korlipnas Media Perdjoeangan menekankan pentingnya membangun sistem kerja hingga tingkat PUK. Media Perdjoeangan tidak boleh hanya bekerja di tingkat KC atau PC, tetapi harus memiliki jaringan kontributor yang mampu menangkap setiap aktivitas organisasi di lapangan.
Salah satu agenda yang didorong adalah pembentukan kontributor di setiap PUK, sehingga informasi mengenai kegiatan organisasi dapat diterima secara cepat dan terstruktur.
Selain itu, setiap daerah juga didorong membentuk Blue White Team sebagai bagian dari penguatan tim media dan dokumentasi organisasi.
Pendidikan Dasar Menjadi Fondasi
Dalam arahannya, Korlipnas menegaskan bahwa pendidikan dasar Media Perdjoeangan harus dimulai dari pemahaman dasar organisasi.
Pengurus dan kontributor harus memahami alur kerja Media Perdjoeangan FSPMI, termasuk bagaimana informasi dari PUK dapat dikembangkan menjadi produk media yang berkualitas.
Pendidikan dasar Media Perdjoeangan juga diharapkan dapat dilakukan di tingkat PC SPA FSPMI di masing-masing wilayah dan daerah.
“Media Perdjoeangan memiliki tiga produk utama, yaitu tulisan, foto dan video,” menjadi salah satu penekanan dalam rapat.
Produk tulisan dapat dikembangkan menjadi tiga bentuk, yakni pemberitaan agenda, propaganda, dan opini. Sementara produk foto tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi harus memperhatikan komposisi, rasio dan kebutuhan platform media sosial.
Untuk video, pengurus didorong mampu menghasilkan video pendek maupun panjang sesuai kebutuhan pemberitaan.
Komposisi sederhana yang disarankan adalah minimal terdapat dua orang untuk penulisan, dua orang untuk fotografi, dan dua orang untuk videografi sebagai fondasi tim produksi di daerah.
Target Bukan Sekadar Angka
Korlipnas juga mengingatkan agar setiap daerah melakukan evaluasi terhadap produk yang telah dipublikasikan.
Target pemberitaan bukan sekadar mengejar jumlah, tetapi harus dianalisis setiap bulan. Apakah kualitas dan jangkauan publikasi mengalami perkembangan, atau justru masih berjalan di tempat.
Setiap daerah memiliki kondisi sumber daya manusia yang berbeda. Karena itu, proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan editing foto maupun video harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Panduan Kontributor Media Perdjoeangan
Dalam rapat juga dibahas pentingnya membuat panduan peliputan bagi kontributor di daerah.
Beberapa hal teknis yang ditekankan antara lain:
– Video mentah dapat direkam secara penuh maupun dalam beberapa potongan.
– Dokumentasikan kegiatan secara menyeluruh.
– Lakukan proses editing sedapat mungkin pada hari yang sama.
– Pilih foto terbaik pada hari yang sama.
– Segera kirim minimal lima foto terbaik untuk kebutuhan media sosial setiap kegiatan.
– Dalam aksi FSPMI, dokumentasikan proses sejak persiapan, perjalanan, hingga aksi berlangsung.
– Ambil foto dan video yang representatif.
– Setelah aksi, segera susun berita dan video pendek untuk dipublikasikan.
Panduan tersebut nantinya diharapkan menjadi pegangan bagi para kontributor setelah mengikuti Pendidikan Dasar Media Perdjoeangan.
Media sebagai Jalan Memperluas Organisasi
Lebih jauh, Korlipnas mengingatkan bahwa fungsi Media Perdjoeangan bukan hanya memberitakan kegiatan internal organisasi.
Media juga harus menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan FSPMI kepada pekerja dan masyarakat luas, termasuk pekerja di perusahaan yang belum menjadi bagian dari FSPMI.
Karena itu, seluruh Media Perdjoeangan daerah maupun wilayah diminta terus berkomunikasi dan berkolaborasi untuk memperluas jangkauan informasi perjuangan buruh.
Selain berita kegiatan, Media Perdjoeangan juga didorong memproduksi opini dan siaran pers dengan tetap berkoordinasi bersama pimpinan organisasi serta bidang terkait, khususnya bidang advokasi.
Opini organisasi harus mencerminkan pandangan, sikap, maupun tanggapan pimpinan di tingkat daerah dan wilayah sehingga memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya Media Perdjoeangan FSPMI untuk membangun sistem media yang lebih kuat, terukur dan terintegrasi dari tingkat PUK hingga nasional.
Dengan penguatan sumber daya manusia, pembentukan kontributor, penyeragaman kanal digital, serta peningkatan kualitas produk tulisan, foto dan video, Media Perdjoeangan diharapkan semakin mampu menjadi alat perjuangan, alat konsolidasi, sekaligus wajah organisasi FSPMI di tengah masyarakat.
(Hsn)



