Bosan Dibohongi, Perwakilan Buruh Tunggu Gubernur Banten

  • Whatsapp

Serang,KPonline -Setelah selesai melaksanakan sholat jum’at, masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Alttar & Kabut Bergerak kembali ke depan gerbang utama KP3B, untuk bersama – sama melakukan aksi menyampaikan tuntutannya, “Tolak Penetapan UMK 2018, se-Tangerang dan Banten”.

Bacaan Lainnya

Dalam aksinya kali ini, para buruh mempersembahkan koreografi berupa tulisan “REVISI-UMK” yang di bentuk dari tubuh masa aksi. Hal ini sengaja dilakukan sebagai bentuk perlawanan kaum buruh atas kebijakan yang di buat oleh Gubernur Banten, H. Wahidin Halim, terkait SK Gubernur yang menetapkan UMK se- Banten dengan menggunakan formula kenaikan yang mengacu pada PP 78/2015 sebesar 8,71% dari UMK tahun 2017.

Para buruh berharap Gubernur Banten mau merevisi SK UMK yang sudah ditandatanganinya sesuai dengan rekomendasi dari walikota atau bupati.

Setelah beberapa lama melakukan negosiasi, akhirnya beberapa orang perwakilan dari pimpinan buruh Tangerang dan Banten, dipersilahkan masuk untuk menyampaikan maksud serta tujuan berunding. Dan diterima langsung oleh kadisnaker provinsi Banten.

Para pimpinan perwakilan buruh kembali menegaskan perihal kedatangannya ke KP3B kepada kadisnaker provinsi, bahwa para perwakilan buruh hanya ingin bertemu dengan Gubernur, menagih janji sang-Gubernur sekaligus meminta kepastian “Apakah Gubernur Banten mau merevisi atau tidak UMK Tangerang dan Banten”.

Menurut keterangan staf Gubernur dan kadisnaker provinsi, Gubernur masih ada dinas luar, tetapi masih berada di wilayah Banten. Dan para perwakilan pimpinan buruh diharapkan menunggu.

Gubernur Banten H. Wahidin Halim, melalui kadisnaker provinsi menyampaikan kepada para pimpinan perwakilan buruh, bahwa dia siap bertemu dengan para pimpinan perwakilan Tangerang dan Banten, setelah menyelesaikan tugas dinas luarnya hari ini.

Tidak mau dibohongi lagi, serta tidak mau pulang tanpa kepastian yang jelas, maka para pimpinan perwakilan buruh Tangerang dan Banten, akhirnya bersepakat untuk menunggu Gubernur, sampai dia kembali dari tugas luarnya.

Waktu menunjukan hampir senja, dan aparat kepolisian dalam hal ini kasat intel Polda Banten hanya memberikan toleransi waktu seperti hari kemarin. Kalo tidak mengindahkan instruksinya, maka mereka siap untuk mendorong masa aksi.

Setelah di berikan informasi dan pemahaman akan jalannya aksi hari ini, Demi keselamatan anggota, serta pertimbangan lainnya, akhirnya masa aksi buruh dipersilahkan untuk balik kanan, bubar dengan tertib, tanda aksi hari ini berakhir.

Sampai saat berita ini di turunkan, hanya para perwakilan pimpinan buruh yang masih bertahan di KP3B, menunggu untuk bertemu dengan Gubernur Banten, H. Wahidin Halim, untuk menanyakan secara langsung, “Apakah Gubernur Banten mau merevisi atau tidak UMK 2018”.

Para pimpinan buruh bersepakat akan melakukan aksi yg lebih besar, seperti mogok daerah jika SK UMK 2018 tidak direvisi oleh Gubernur.

 

Kontributor Tangerang, RD Rizal N

Pos terkait