Bipartit Tidak Temukan Kesepakatan, KC FSPMI Kota Medan : Kita Lanjut ke Pengaduan UPT-I

  • Whatsapp

Medan, KPonline – Tony Rickson Silalahi selaku Ketua KC FSPMI Kota Medan mendampingi buruh Perusahaan pembangkit listrik swasta guna menggelar perundingan atas permasalahan hubungan Industrial yang di alami para pekerja.

Dalam perundingan atau Bipartit tersebut tidak mendapatkan kesepakatan antar kedua belah pihak. Tony sampaikan akan lanjut pengaduan dugaan tindak pidana kejahatan ketenagakerjaan ke wasnaker UPT-I Kota Medan.

“Perundingan Bipartit gagal. Kita akan melanjutkannya ke Wasnaker UPT-I Kota Medan guna melaporkan dugaan tindak pidana kejahatan ketenaga kerjaan,” jelasnya.

Sebelumnya di ketahui bahwa Perusahan swasta yang bergerak di bidang pembangkit listrik telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak terhadap 12 pekerjanya.

Tony juga menyampaikan bahwa Perusahaan yang berlokasi di Canang, Belawan Kota Medan ini juga di duga melakukan tindak pidana kejahatan ketenagakerjaan atau melanggar hak normatif pekerja.

“Ini juga Perselisihan hak normatif buruh yaitu pembayaran upah lebih rendah dari ketentuan, perusahaan juga tidak mendaftarkan para pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Di tambah lagi dengan pembayaran THR di cicil dan lain sebagainya. Maka, kita akan adukan ini ke pengawas Disnaker yaitu UPT-I terkait dugaan tindak pidana kejahatan ketenagakerjaan,” lanjutnya.

Adapun untuk mencari kebenaran terkait hal ini, koresponden Koran Perdjoeangan Online belum dapat mempertanyakan hal ini ke pihak Perusahaan PT. AKE. Sampai berita ini di turunkan, kita akan tetap mencari tahu kebenaran informasi ini.