Bertahan Dalam Terpaan Badai

Bogor, KPonline – Pandemi dan penyebaran virus Corona atau yang lebih dikenal dengan Covid-19, membuat gempar dunia secara global. Imbasnya, perlambatan ekonomi di segala bidang, dan tak terkecuali di bidang otomotif. Tidak hanya mengalami perlambatan ekonomi, bidang otomotif pun mengalami situasi yang lebih berat lagi. Efek domino dari perlambatan ekonomi membuat angka penjualan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal tersebut, merupakan dampak dari melemahnya daya beli beli masyarakat, yang cenderung terus menurun akibat dampak global dari pandemi virus Covid-19.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan Media Perdjoeangan, ada banyak perusahaan-perusahaan besar yang mengalami penurunan produktivitas secara drastis. Seperti yang dialami oleh PT. Sepatu Bata Tbk, melemahnya daya beli masyarakat membuat angka penjualan sepatu mulai terus menurun. “Bekerja dari rumah (Work from Home) karyawan PT. Sepatu Bata Tbk, merupakan dampak dari pandemi virus Covid-19. Dan dalam rangka menyelamatkan eksistensi perusahaan dan menyelamatkan karyawan PT. Sepatu Bata Tbk, maka kami berinisiatif untuk membantu memasarkan produk-produk yang kami buat. Dan menurut kami, hal tersebut adalah sesuatu hal yang positif, karena menyelamatkan perusahaan dimana kami bekerja, itu artinya kami juga akan menyelamatkan banyak orang juga. Karena ada keluarga karyawan dibelakang kami, yang harus kami nafkahi,” ujar Lestareno, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Media Perdjoeangan, yang juga merupakan salah seorang buruh di PT. Sepatu Bata Tbk.

Bacaan Lainnya

Di bidang otomotif pun, angka penjualan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat mengalami penurunan yang cukup drastis. Bahkan bisa dibilang, industri otomotif merupakan salah satu bidang yang sangat terpukul akibat dampak dari pandemi Covid-19. Dan hampir senada dengan apa yang dilakukan oleh buruh-buruh di PT. Sepatu Bata Tbk, buruh-buruh di industri otomotif pun melakukan sesuatu hal yang hampir mirip. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang juga memproduksi alat-alat kesehatan, disamping tetap memproduksi komponen dan spare part otomotif.

Seperti yang telah dilakukan oleh PT. Astra Komponen Indonesia, anak perusahaan dari PT. Astra Otoparts Tbk ini, juga telah merambah bidang kesehatan. “Produk-produk yang telah kami buat diantaranya faceshield, touchless handle dan bebarapa produk lainnya. Hal tersebut merupakan kebijakan pihak perusahaan, dalam menghadapi dan mensiasati agar perusahaan tetap eksis, dampak dari pandemi virus Covid-19 yang mengakibatkan menurunnya angka penjualan dan produktivitas,” ujar Ghireza Yoga Riflisya, salah seorang buruh PT. Astra Komponen Indonesia, yang pernah menjadi calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024.

Tidak hanya merambah produk-produk bidang kesehatan, pihak serikat pekerja pun berinisiatif untuk membantu pemasaran dari alat-alat kesehatan yang di produksi oleh PT. Astra Komponen Indonesia. “Bersama-sama dengan pihak perusahaan, kami dari serikat pekerja bahu membahu membantu apa yang kami mampu lakukan. Memasarkan produk dari yang kami buat, merupakan salah satu strategi yang bisa kami tempuh dan kami lakukan saat ini. Bertahan ditengah badai perlambatan ekonomi, mungkin itu yang harus kami lakukan saat ini,” lanjut pria yang pernah menjadi Ketua PUK SPAMK-FSPMI PT. Astra Komponen Indonesia ini.

Dampak dari perlambatan ekonomi dari pandemi Covid-19, melemahnya daya beli masyarakat dan melesunya geliat dunia industri secara global, memaksa semua pihak untuk bahu membahu dan saling membantu. Dalam hubungan industrial, seringkali pihak buruh yang dirugikan dan dikalahkan. Pengurangan upah, dirumahkannya buruh tanpa diberikan upah, efisiensi di segala bidang di perusahaan, bahkan tidak jarang menjurus ke arah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan lain sebagainya. Sudah saatnya, hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan diterapkan dan dijalankan oleh pihak pengusaha dan serikat pekerja. Dan bukan hanya sebatas kata-kata dan slogan belaka. (RDW)

Pos terkait