Apa Kata Pengurus Cabang SPAI-FSPMI Bogor tentang Buruh Go Politik?

Bogor, KPonline – Ditemui disela-sela agenda kegiatan organisasi pada saat Silaturahmi Alumni HOSTUM AWP 2012 yang diselenggarakan di Kantor Konsulat Cabang FSPMI Bogor, Teti Supianti selaku Ketua Pengurus Cabang SPAI-FSPMI Bogor menyempatkan diri untuk mengucapkan selamat atas hari jadi PUK SPAMK-FSPMI PT. Astra Otopart Divisi Adiwira Plastik yang ke-17.

“Hingga saat ini, PUK SPAMK-FSPMI PT. Astra Otopart Divisi Adiwira Plastik masih menjadi barometer sekaligus salah satu motor pergerakan dan perjuangan kaum buruh di wilayah Bogor, khususnya di FSPMI Bogor,” ungkap Teti Supianti.

Bacaan Lainnya

Teti Supianti sebagai Ketua Pengurus Cabang SPAI-FSPMI Bogor, mengungkapkan secara terang-terangan. Bahwasanya di SPAI-FSPMI Bogor tidak dapat dipungkiri masih banyak masalah-masalah terkait perburuhan. Dan salah satunya adalah dengan munculnya Upah Padat Karya, yang didominasi oleh PUK-PUK yang bernaung dibawah bendera SPAI-FSPMI.

Dalam program Buruh Go Politik, Teti Supriati ditugaskan oleh organisasi untuk berani tampil sebagai kader perempuan terbaik dari FSPMI, sebagai calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan 5. Daerah Pemilihan 5 Kabupaten Bogor yang meliputi wilayah Cigudeg, Leuwi Sadeng, Nanggung, Sukajaya, Tenjo, Leuwiliang, Jasinga, dan Rumpin merupakan wilayah Kabupaten Bogor yang tidak ada buruh-buruh formal. Kalaupun ada, hanyalah buruh-buruh level industri rumah tangga.

Namun begitu, Teti Supianti merasa percaya diri dengan keadaan dan kemampuan yang dimilikinya.

“Karena sebagai anggota legislatif, meskipun diamanahkan oleh buruh, tidak hanya nasib kaum buruh saja yang harus diperjuangkan. Akan tetapi seluruh golongan masyarakat terutama yang berada di Daerah Pemilihan 5 Kabupaten Bogor. Karena saya sudah melihat secara langsung, kondisi warga masyarakat disana yang cukup memprihatinkan,” ungkap Teti Supianti kepada awak Media Perdjoeangan Bogor.

Hal-hal kemanusiaan tersebutlah yang membuat semangat Teti Supianti berkobar dalam menjalankan intruksi organisasi.

Lain halnya dengan apa yang sudah dilakukan oleh Ridwansyah. Sekretaris Pengurus Cabang SPAI-FSPMI Bogor ini terus menggelorakan tentang strategi Buruh Go Politik. Ridwansyah mengungkapkan bahwa Alumni HOSTUM AWP 2012 adalah korban.

“Kawan-kawan Alumni HOSTUM AWP 2012 adalah korban yang indah. Kenapa indah? Karena hasil perjuangan dan semangat perjuangannya tidak pernah padam. Sampai saat ini sejak 2012 masih tetap kompak dan solid,” ungkap Ridwansyah didepan 150 anggota PUK SPAMK-FSPMI PT. Astra Otopart Divisi Adiwira Plastik yang merupakan Alumni HOSTUM AWP 2012.

Tidak dapat ditutup-tutupi dan tidak dapat dipungkiri, bahwa program Buruh Go Politik FSPMI, masih mendapatkan respon negatif dari kalangan internal FSPMI.

“Akan tetapi jikalau program Buruh Go Politik FSPMI ini berhasil, hasilnya dinikmati juga oleh mereka yang tidak setuju,” lanjut Ridwansyah salah seorang calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan 6, yang meliputi wilayah Bojong Gede, Tajur Halang, Ciseeng, Gunung Sindur, Parung, Kemang, dan Ranca Bungur.

Pergerakan dan perjuangan kaum buruh dalam politik bukan seperti perundingan UMK ataupun perundingan bipartit. Yang menentukan berhasil atau tidaknya perundingan tersebut adalah tim perunding. Akan tetapi, perjuangan kaum buruh melalui jalur politik ini, harus digerakkan dan diperjuangkan secara bersama-sama. Hasil dari perjuangan melalui politik. kita semua yang menentukan.

Pos terkait