Anggotanya di PHK, PUK SPEE FSPMI PT. Budi Makmur Perkasa Lakukan Mediasi

Subang, KPonline – Diduga melakukan PHK sepihak kepada karyawan atas nama Gugun Gunawan, PUK SPEE FSPMI PT. Budi Makmur Perkasa melakukan Mediasi di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kabupaten Subang, Rabu (22/6/2022).

Gugun Gunawan, salah satu karyawan PT. BMP yang berada di DIV. Power Plan dituduh melakukan tindakan indisipliner dengan kronologis singkat karena tidak masuk kerja sedangkan surat keterangan sakit dari dokter dilampirkan. Gara-gara mengirimkan surat keterangan sakit telat satu hari, Gugun Gunawan diberikan Surat Peringan ke- 1 oleh pihak perusahaan.

Dalam rentan masa berlaku SP 1 belum berakhir, berulang kembali kejadian yang sama yaitu mengalami sakit. Hingga di tahun 2021 Gugun Gunawan menerima Surat Peringan (SP) 1,2, dan 3 yang berujung surat Putusan Hubungan Kerja (PHK).

Menurut ketua PUK SPEE FSPMI PT Budi Makmur Perkasa Lutfi Firdaus menyampaikan sudah melakukan upaya jalur bipartit maupun jalur nonlitigasi.

“Kasus sudah bergulir dari Januari 2022, itu pun awalnya keterangan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap anggota kami secara lisan. Gugun tetap masuk kerja absen seperti biasa. Setelah surat PHK tertulis keluar di bulan Februari 2022 Gugun sudah tidak diperbolehkan lagi masuk ke perusahaan dan dihadang oleh penjaga keamanan¬† perusahaan,” kata Lutfi kepada Media Perdjoeangan.

Masih kata Lutfi, berharap perusahaan bisa mempertimbankan kembali langkah keputusan yang telah diambil.

“Gugun Gunawan salah satu karyawan yang sudah 10 tahun bekerja di perusahaan ini, dan mengabdikan dirinya ke perusahaan. Saya rasa ini kurang elegan, cuma gara-gara sakit kok berujung demikian. Yang namanya sakit kita kan nggak tahu kapan bisa sakit, dan sakit itu tidak bisa ditunda. Ucapan terima kasih saya selaku ketua PUK kepada Pimpinan Cabang, dan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia yang selalu bersedia membantu advokasi kasus ini. Mohon doa, dan dukungan agar kasus ini bisa mendapatkan hasil sesuai harapan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya advokasi pengurus Pimpinan Unit Kerja berkoordinasi dengan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPEE FSPMI) kabupaten Subang, serta Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Imdonesia (PP SPEE FSPMI) mengingat alotnya bipartit yang sudah dilakukan sebelumnya.

Mediasi dipimpin oleh Kabid Binaperlin Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang Restuning Pangastuti. Pihaknya tetap bersikap kooperatif dengan memberikan waktu 14 hari kepada pihak perusahaan untuk memberikan kesanggupan pemenuhan hak pekerja yang di PHK.

Senada disampaikan oleh Aep Risnandar SH dari PP SPEE FSPMI, jika dengan waktu yang ditentukan tidak ada jawaban maka mediator akan mengeluarkan Surat Anjuran.

“Opsi pertama PUK minta saudara Gugun Gunawan dipekerjakan kembali, namun pihak perusahaan sudah berupaya, namun info yang disampaikan pihak perusahaan tidak ada kepala bagian yang mau menerima Gugun sehingga sudah tidak mungkin untuk mempekerjakan kembali,” ucap Aep Risnandar SH.

Aep Risnandar yang juga pengurus LBH FSPMI ini pun akan melakukan upaya hukum, dan akan mempertanyakan apa solusi dari perusahaan.

“Kedua belah pihak akan mencoba cari jalan tengahnya selama 14 hari kedepan, kalau tidak ada solusi, jelas mediator harus keluarin anjuran,” tutup pria yang juga berprofesi sebagai advokad ini.

Penulis: Fahmi
Editor: Jhole
Foto: Karim