KP Online

Suara Kaum Buruh

Serba Serbi

Anggota Media Perdjoeangan FSPMI Beberkan Tips Memotret Konser di Malam Hari Untuk Menghasilkan Foto yang Aduhai

Bekasi, KPonline – Bagi seorang fotografer pemula seperti saya, memotret di malam hari menjadi pengalaman berharga. Apalagi memotret konser musik di malam hari. Memotret di malam hari tentu tidak semudah di siang hari.

Minggu malam lalu (27/8) kebetulan ada sebuah konser musik dangdut dekat rumah. Saya pun merasa tertantang untuk mencobanya.

Sore itu pun saya bergegas membeli tiket. Jam 7 malam saya sudah tiba di lokasi. Belum banyak penonton yang datang. Saya masuk untuk melihat situasi dan kondisi sekitar panggung.

Berbekal pelajaran fotografi yang saya dapat dari organisai Serikat Pekerja (FSPMI) dan juga dari beberapa artikel yang saya baca di google, saya pun nekat untuk memotret dengan kamera DSLR yang saya punya.

Pertama saya jepret dengan setting kamera seperti biasa hasilnya blur, gelap, gambar goyang dan tidak stabil. Setelah berkali-kali gagal mendapat foto bagus, saya teringat dengan artikel fotografi yang pernah saya baca.

Ya, gunakan ISO tinggi. ISO adalah sensitivitas sensor kamera dalam menangkap cahaya. Semakin tinggi ISO maka semakin banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera.

Saya pun mencobanya, hasilnya lumayan. Tidak seperti foto foto sebelumnya. Saya pun terus mencoba lagi dan lagi dengan mencoba settingan berbeda-beda.

Meskipun menggunakan ISO tinggi , jangan lupakan settingan shutter speed dan diafragma. Karena ketiga hal tersebut (shutter speed, diafragma, ISO) merupakan hal yang saling berhubungan.

Yang perlu di garis bawahi saat memotret konser adalah kondisi cahaya dari lampu panggung yang berubah-ubah. Untuk itu saya menggunakan settingan white balance pada posisi auto (AWB) agar kamera otomatis merekam warna objek secara akurat dalam kondisi cahaya yang setiap saat berubah.

Cahaya lampu panggung yang berwarana-warni menjadi sesuatu yang menarik untuk di foto.

Memotret malam hari memang butuh banyak persiapan seperti membawa tripod/monopod dan lampu flas external. Tetapi bagaimana jika tidak sempat membawa alat tersebut, bahkan mungkin tidak punya?

Maka jangan ragu untuk menggunakan ISO tinggi. Memotret konser malam hari, memotret dalam ruangan, ataupun memotret kerlap kerlip lampu kota, menarik untuk di abadikan. Settingan setiap kamera berbeda-beda. Kemampuan ISO kamera digitalpun tidaklah sama.

Jangan bosan untuk belajar dan terus berlatih, semakin banyak pengalaman memotret akan dengan sendirinya mengasah skil dan kemampuan fotografi kita.

Selamat mencoba !!!

Penulis:  Eddo Dos’Santoz

Comment here