Bekasi, KPonline-Pelantikan Pengurus Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE FSPMI) Periode 2026–2031 menjadi ruang refleksi atas dinamika organisasi yang dalam beberapa bulan terakhir menghadapi berbagai tantangan internal.
Dalam agenda yang diselenggarakan di Swiss Belinn Hotel, Cikarang,Kabupaten Bekasi pada Kamis (11/6/2026) tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) SPEE FSPMI periode 2026-2031, Ananto Prasetya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota yang tetap menjaga soliditas organisasi di tengah berbagai persoalan yang terjadi.
Menurutnya, kepengurusan baru tidak akan mampu menjalankan amanah organisasi tanpa dukungan penuh dari seluruh unsur SPEE FSPMI di Indonesia.
“Bimbingan dan dukungan dari teman-teman sangat kami harapkan supaya kami bisa menjalankan roda organisasi ini. Tentunya kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami tidak ada apa-apanya tanpa dukungan dari teman-teman semua,” ujar Ananto.
Ia menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus pusat, melainkan juga seluruh elemen organisasi mulai dari tingkat pusat hingga unit kerja. Karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga stabilitas dan keberlangsungan gerak organisasi sesuai amanah yang diberikan anggota.
“Kami sangat berharap dukungan dari seluruh anggota SPEE Indonesia agar roda organisasi ini tetap bergerak, tetap stabil, dan bisa menjalankan amanah anggota dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ananto juga mengungkapkan bahwa empat bulan terakhir merupakan periode yang tidak mudah bagi organisasi. Berbagai persoalan yang muncul sempat menjadi ujian bagi kekuatan dan kekompakan SPEE FSPMI.
Namun di balik tantangan tersebut, ia mengaku menemukan satu hal yang membuatnya optimistis terhadap masa depan organisasi, yakni loyalitas anggota yang tetap bertahan dan terus menjaga organisasi.
“Empat bulan terakhir sejujurnya adalah masa-masa dimana problem kita terjadi. Namun demikian, saya sangat bangga dan mengucapkan banyak terima kasih. Ternyata masih banyak yang setia terhadap kita. Masih setia terhadap SPEE FSPMI,” katanya.
Lebih jauh, Ananto mengajak seluruh anggota untuk menyikapi setiap persoalan organisasi dengan kedewasaan dan kebijaksanaan. Ia menilai bahwa perbedaan pandangan maupun dinamika internal merupakan sesuatu yang wajar dalam organisasi besar, sehingga harus dihadapi dengan kepala dingin dan sikap yang dewasa.
“Di luar sana ketika ada permasalahan, kita sebagai orang yang dewasa dan bijaksana tidak perlu terlalu larut dalam berbagai polemik. Kita tetap dewasa dalam berorganisasi dan dewasa dalam bersikap, sehingga kita lebih bijak dalam mengambil keputusan,” tutupnya.