Aksi Bergelombang

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Hari ini, kawan-kawan GEBRAK turun ke jalan. Menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law, yang diyakini akan menghambat cita-cita kaum buruh untuk hidup sejahtera.

Tentu saja, kita mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh untuk mereka. Di jagad maya, dukungan paling sederhana bisa kita lakukan dengan ikut men-share pernyataan sikap teman seperjuangan.

Setelah GEBRAK, beberapa hari kemudian, tepatnya 15 Januari, elemen yang menamakan dirinya Presidium SP/SB Indoensia juga akan turun ke jalan. Mereka juga akan menyuarakan aspirasi terkait isu yang sama.

Sementara itu, sejak minggu lalu, KSPI sendiri juga sudah melakukan roadshow ke beberapa daerah untuk memanaskan mesin organisasi dengan jalan menggelar rapat akbar. Sedangkan aksi besar akan dilakukan 20 Januari.

Rapat akbar sama pentingnya dengan aksi turun ke jalan. Dalam pertemuan seperti ini, sikap politik disampaikan. Barisan dirapatkan.

Mungkin akan ada elemen lain, yang juga akan melakukan aksi di luar tanggal itu. Dan itu baik. Letupan-letupan kemarahan yang disuarakan beruntun.

Sungguh, ini baru awal. Kita tidak ingin ejakulasi dini. Sekali berarti sesudah itu mati.

Akan lebih baik aksi-aksi bergelombang terus dilakukan. Kalau perlu bergilir. Senin Jakarta, Selasa Jawa Barat, Rabu Jawa Tengah, Kamis Sumatera Utara, dan seterusnya dan seterusnya.

Tetapi semua terintegrasi. Membawa pesan yang sama. Tuntutan yang tidak berbeda.

DPR RI sendiri belum membahas beleid ini. Aksi-aksi yang bergelombang tadi, ibarat peringatan dini. Ibarat kentongan tanda bahaya. Memang harus dilakukan setiap hari. Agar mereka juga makin mengerti.

Jika pembahasan Omnibus Law sudah diagendakan resmi di DPR RI, niscaya semua akan tertuju pada satu titik. Titik itu.

Jangankan yang menolak. Dugaan saya, yang mendukung pun, juga akan melakukan aksi di hari yang sama.

Jadi, jangan risau mengapa ada yang aksi minggu ini atau minggu depan. Risaulah jika dirimu tidak bisa berada dalam satu barisan.