Agung Panji Sutisna: Soliditas PUK Ciubros Jadi Inspirasi Perjuangan Buruh

Agung Panji Sutisna: Soliditas PUK Ciubros Jadi Inspirasi Perjuangan Buruh

Kaliwungu, KPonline – Sekretaris KC FSPMI Semarang Raya, Agung Panji Sutisna, menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan soliditas anggota PUK SPAI FSPMI PT Ciubros Farma dalam kesempatan sambutannya pada Musyawarah Unit Kerja (Musnik) 4 PUK SPAI FSPMI PT Ciubros Farma yang berlangsung di Jatirasa Baru Resto & Café Kaliwungu, Minggu (24/5/2026).

Panji mengaku terharu melihat semangat anggota PUK Ciubros yang hingga saat ini masih tetap menjaga organisasi dan terus melanjutkan perjuangan dalam menghadapi berbagai persoalan hubungan industrial dalam beberapa tahun terakhir walau rata-rata usia mereka yang sudah tidak muda lagi.

“Alhamdulillah sampai saat ini saya pribadi melihat kawan-kawan masih semangat untuk menjalankan organisasi,” ujarnya.

Ia mengaku dirinya yang masih tergolong generasi muda di dalam organisasi dan banyak belajar dari pengalaman para senior maupun anggota PUK Ciubros yang dinilainya memiliki semangat perjuangan luar biasa.

“Saya melihat solidaritas dan soliditas ibu-ibu dari Ciubros membuat saya terharu dan menjadi penyemangat untuk terus berjuang di serikat pekerja,” ungkapnya.

Menurut Panji, solidaritas dan kekompakan anggota PUK SPAI FSPMI PT. Ciubros Farma tersebut menjadi contoh nyata bagi generasi muda di FSPMI tentang arti perjuangan dan loyalitas terhadap organisasi.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk tidak putus asa menghadapi berbagai tantangan yang ada. Menurutnya, perjuangan buruh masih panjang dan membutuhkan persatuan seluruh anggota serikat pekerja.

“Saat ini isu kita masih sama, bagaimana memperjuangkan kesejahteraan kelas pekerja. Itu tidak akan bisa tercapai kalau kita tidak bersama-sama,” tegasnya.

Panji menilai keberadaan organisasi serikat pekerja masih sangat dibutuhkan oleh pekerja, khususnya dalam menghadapi berbagai tekanan dari manajemen perusahaan. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas dan kekompakan organisasi.

“Kalau bersama saja kita masih menghadapi banyak tantangan, apalagi kalau sendiri-sendiri,” pungkasnya. (sup)