Ada Apa? Para Anggota PUK CV. Dinar Sarana Spontanitas Bereaksi

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Sebagai tindaklanjut dalam upaya memperjuangkan hak upah selama di rumahkan, pada hari ini Jum’at (03/07/20) PUK SPAI-FSPMI CV. Dinar Sarana dengan didampingi Advokasi PC SPAI-FSPMI Bandung Raya (Candra) telah melayangkan surat permohohan mediasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi di Jalan Raden Demang Harjakusumah Komplek Pemerintahan Kota Cimahi.

Bertepatan dengan hari tersebut diduga ada unsur kesengajaan dari perusahaan, dengan mengulur waktu pembayaran upah yang telah dijanjikan dan memaksa karyawan menerima upah selama dirumahkan sebesar 20%. Perusahaan juga terus mengulur tanggal dimulainya kerja dan memberikan upah yang semakin rendah, di duga agar karyawan terdesak dan menerima penawaran pengunduran diri dari perusahaan yang memang sudah terjadi beberapa bulan ke belakang. Ini adalah trik dari perusahaan karena tidak mau mem-PHK karyawan yang tentunya harus memberikan pesangon sesuai peraturan perundang-undangan.

Berita Lainnya

Hal tersebut secara spontanitas mengundang reaksi dari para karyawan (anggota PUK SPAI-FSPMI CV. Dinar Saran). Atas kejadian tersebut PUK didampingi PC langsung menghubungi pihak personalia untuk mempertanyakan alasan penguluran waktu pembayaran upah.

Mendengar informasi tersebut, para perangkat PC SPAI-FSPMI Bandung Raya pun secara bertahap mendatangi area perusahaan, tak lama kemudian upah para karyawan (anggota PUK) langsung dapat diambil pada sore itu juga tepatnya sekitar pukul 16.30 WIB.

Selanjutnya para anggota di berikan pengarahan dan motivasi oleh ketua PC SPAI-FSPMI Bandung Raya (Hendrayana Hendri), Candra (selaku advokasi), selain itu juga nampak hadir para pengurus PC lainnya antara lain Juhaeri, Ayi Turganda, Agus Muslim dan Kadri Supriatna. Penyampaian arahan dan motivasi tersebut berlangsung di ruangan Mez perusahaan.

Dalam arahannya Hendrayana dan Candra lebih menitik beratkan kepada para anggota PUK, agar tetap semngat, kompak dan konsisten pada saat berproses, jangan ada perasaan takut atau khawatir dengan adanya 2 orang pengacara (kuasa hukum) yang sengaja dihadirkan oleh pihak perusahaan. Mendengar arahan dan motivasi tersebut para anggota menyatakan siap untuk menjalani proses hingga selesai. (Drey)

Pos terkait