Abaikan Anjuran Disnaker, Pengusaha PT. Tai Cheng Batam Tolak Pekerjakan Kembali Karyawannya Yang di PHK

Batam,KPonline – Hari ini (12/4/18) buruh FSPMI Batam  menggelar aksi damai di depan PT. Tai Cheng Development Batam. Aksi yang menuntut manajemen perusahaan menindak tegas oknum-oknum yang telah melakukan tindak kekerasan dan yang menyuruh tindakan terhadap salah seorang pekerja mengalami luka-luka akhirnya di terima oleh pihak PT. Tai Cheng.

Baca Juga : Oknum Keamanan PT. Tai Cheng Batam Di Duga Lakukan Penganiayaan Terhadap Buruh Anggota FSPMI

Lakukan Penganiayaan, Buruh FSPMI Batam Gelar Aksi Tuntut Oknum PT Tai Cheng Batam di Tindak Tegas

Pertemuan ini yang dihadiri pihak Dinas Tenaga Kerja Kota Batam dan pihak kepolisian berlangsung di ruang rapat PT. Tai Cheng dan di temui oleh General Manajer dan Kuasa Hukum buruh Andy Saputra. SH selaku Advokasi Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Batam. Dalam pertemuan tersebut perwakilan buruh mempertanyakan terkait penganiayaan terhadap Yoppi Oktaviansyah dan 69 orang yang sedang mengalami kontrak bermasalah, 24 orang di antaranya tidak di perbolehkan masuk kerja kembali oleh perusahaan tersebut dengan nasib yang belum jelas.

Bacaan Lainnya

Perusahaan yang memproduksi produk Max Coil dan Piro ini melalui kuasa hukumnya mengaku akan melakukan cross chek terhadap penganiayaan ini, karena dalam pengakuannya pihak pengusaha, bahwa Yoppi belum memiliki bukti terkait penganiayaan tersebut.

Sementara saat di minta keterangan terkait kontrak bermasalah tersebut, pihak pengusaha melalui kuasa hukumnya yang di ketahui tidak memiliki surat kuasa tersebut, menolak anjuran Dinas Tenaga Kerja Kota Batam untuk mempekerjakan 24 orang karyawannya yang tidak di perbolehkan masuk kerja kembali. Pihaknya memilih perselisihan ini untuk di selesaikan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Terkait kasus penganiayaan, pihak kepolisian menyampaikan bahwa laporan terhadap penganiayaan terhadap Yoppi sudah di tangani, dan proses hukum sedang berjalan. Sementara Tukiman selaku pihak Dinas Tenaga Kerja kota Batam menyampaikan, PT. Tai Cheng untuk mematuhi aturan Undang-Undang yang berlaku.

“Tindakan yang dilakukan PT. Tai Cheng dengan melakukan kontrak kerja lebih dari 2 kali dan memutuskan hubungan kerja sepihak tanpa di berikan pesangon suatu tindakan yang tidak bermartabat” Ungkapnya

Ketua Konsulat Cabang FSPMI Batam, Alfitoni mengaminkan pernyataan dari disnaker tersebut, dirinya dengan tegas menyampaikan, bahwa 24 karyawan yang di PHK sepihak agar dapat di pekerjakan kembali sesuai anjuran Dinas Tenaga Kerja Kota Batam

Alfitoni juga meminta keputusan untuk mempekerjakan 24 orang karyawan yang di sepihak untuk segera di putuskan, namun pihak PT. Tai Cheng menolak dengan berbagai alasan dan meminta untuk membuat pertemuan pada Kamis depan (Nurul Azhar)

Pos terkait