Jakarta, KPonline – PUK SPAMK FSPMI PT Sunchirin Industries Indonesia turut ambil bagian dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Tugu Monas, Jakarta.
Sebanyak 45 orang anggota diberangkatkan dengan penuh semangat untuk menyuarakan aspirasi kaum buruh.
Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen organisasi dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja di tengah tantangan dunia industri yang semakin kompleks.
Para peserta tampak solid dan kompak, mencerminkan kekuatan solidaritas buruh.
Mengusung tema “Bersama Menjemput Hak Kesejahteraan Pekerja”,
PUK SPAMK FSPMI PT Sunchirin Industries Indonesia menegaskan pentingnya persatuan dalam memperjuangkan hak normatif pekerja.
Ketua PUK, Randi Adi Saputra, menyampaikan bahwa May Day harus menjadi momentum untuk memperkuat tekanan terhadap pemerintah agar menghadirkan regulasi yang berpihak pada buruh.
“Kami menegaskan bahwa kepastian hukum yang menjamin kesejahteraan bagi kaum buruh adalah harga mati. Tanpa kepastian hukum yang adil, kesejahteraan pekerja akan sulit terwujud,” tegas Randi.
Ia juga menambahkan bahwa perjuangan buruh tidak boleh berhenti hanya pada aksi, tetapi harus terus dikawal hingga melahirkan kebijakan nyata.
“Dengan kebersamaan dan kekuatan organisasi, kita optimis tuntutan buruh bisa diperjuangkan dan diwujudkan,” tambahnya.
Partisipasi PUK SPAMK FSPMI PT Sunchirin Industries Indonesia dalam May Day 2026 menjadi bukti bahwa semangat perjuangan buruh tetap hidup.
Harapannya, suara yang digaungkan dalam aksi ini mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adil, memberikan kepastian hukum, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia.



