Disnakertrans Kota Semarang Fasilitasi Buruh untuk Sholat Jumat di Tengah Aksi May Day 2026

Disnakertrans Kota Semarang Fasilitasi Buruh untuk Sholat Jumat di Tengah Aksi May Day 2026

Semarang, KPonline – Ratusan  buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dari berbagai daerah di Jawa Tengah memadati kawasan di depan Stadion Diponegoro, Semarang, pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5/2026). Stadion Diponegoro menjadi titik kumpul massa aksi sebelum bergerak menuju Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk menyampaikan aspirasi kaum buruh.

Massa buruh dari berbagai kota dan kabupaten mulai berdatangan dengan membawa atribut organisasi, bendera, serta berbagai spanduk tuntutan.

Namun di tengah agenda aksi, para buruh tetap mengedepankan kewajiban beribadah. Karena peringatan May Day tahun ini bertepatan dengan hari Jumat, massa aksi diberikan waktu untuk melaksanakan Sholat Jumat sebelum melanjutkan aksi menuju kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Lokasi Stadion Diponegoro yang berdekatan dengan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang menjadikan dari pihak Disnakertrans untuk membuka fasilitas masjid di lingkungan kantornya untuk digunakan para buruh melaksanakan Sholat Jumat.

Ketua Takmir Masjid Al Rose Jannatu Disnakertrans Kota Semarang, Ustadz Yatmin, mengatakan bahwa pihaknya memang diminta untuk tetap menggelar Sholat Jumat meskipun bertepatan dengan hari libur nasional.

“Kami mempersilakan bagi kawan-kawan buruh yang akan memperingati May Day untuk melaksanakan Sholat Jumat di sini. Mengingat ada kegiatan May Day di dekat sini, pihak Disnaker meminta kami dari takmir masjid untuk tetap menggelar Sholat Jumat walaupun hari ini tanggal merah,” ujarnya kepada redaksi.

Sikap toleransi dan dukungan dari Disnakertrans Kota Semarang tersebut mendapat apresiasi dari peserta aksi. Salah satu peserta aksi menyampaikan bahwa perjuangan buruh tidak boleh membuat para pekerja melupakan kewajiban ibadah.

“Aksi jalan, ibadah pun tetap jalan. Ini menjadi bukti bahwa perjuangan buruh juga tetap mengedepankan nilai-nilai religius dan kedisiplinan,” ucapnya.

Usai melaksanakan Sholat Jumat, massa aksi kembali bersiap melanjutkan perjalanan menuju Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk menyuarakan berbagai tuntutan buruh dalam momentum May Day 2026. (wahid/sup)