Women and Youth Perkuat Kapasitas Problem Solving dan Team Work

Women and Youth Perkuat Kapasitas Problem Solving dan Team Work

Bogor, KPonline — Kegiatan Women and Youth yang diselenggarakan melalui IndustriALL SASK Project menjadi ruang penting untuk memperkuat kapasitas perempuan dan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja maupun organisasi serikat pekerja. Kegiatan yang diadakan selama 3 hari, Senin (31/8) hingga Rabu (2/9) di Ole Suite Hotel, Babakan Madang, Sentul, Bogor ini diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari berbagai federasi serikat pekerja, yaitu FSPMI, FSP KEP KSPI, dan FSP KEP KSPSI.

Antusiasme dan keaktifan peserta dalam proeses pelatihan ini juga menunjukkan pentingnya membangun ruang bersama lintas federasi bagi perempuan dan generasi muda. Pertukaran pengalaman dan perspektif dari berbagai organisasi diharapkan dapat memperkuat solidaritas, memperluas wawasan, serta membangun kemampuan bekerja bersama dalam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai problem solving dan team work yang disampaikan oleh Eni Rahmawati, Pengurus PC SPAMK FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi. Eni tidak hanya aktif dalam kepengurusan organisasi, tetapi hingga saat ini juga masih aktif bekerja serta menjalankan perannya sebagai pengurus Serikat Pekerja SPAMK FSPMI di PT Namicoh.

Pengalamannya sebagai salah satu kader perempuan terbaik FSPMI ini menjadi bekal penting dalam menyampaikan materi yang berkaitan langsung dengan dinamika pekerja dan kehidupan berorganisasi.

Dalam pemaparan terntang materi problem solving, Eni Rahmawati mengajak peserta memahami bahwa setiap persoalan tidak dapat diselesaikan hanya dengan melihat masalah yang muncul di permukaan. Dibutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi akar persoalan, mengumpulkan informasi, menganalisis berbagai pilihan, serta menentukan langkah penyelesaian yang tepat elaluin metode baik 5W1H maupun SWOT.

Kemampuan tersebut menjadi bagian penting bagi perempuan dan generasi muda agar mampu mengambil keputusan secara lebih bijaksana, baik di tempat kerja maupun dalam organisasi.

Selain problem solving, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai team work atau kerja sama tim. Lebih lanjut Eni menekankan bahwa organisasi serikat pekerja membutuhkan kekuatan kolektif, bukan hanya mengandalkan kemampuan individu. Kerja sama yang baik dibangun melalui komunikasi, saling percaya, pembagian peran, menghargai perbedaan pendapat, serta memiliki tujuan bersama yang harus diperjuangkan.

Menurut Eni, perempuan dan generasi muda memiliki posisi strategis dalam keberlangsungan gerakan serikat pekerja. Keduanya perlu mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas, berani menyampaikan pendapat, terlibat dalam proses pengambilan keputusan, serta mengambil peran dalam berbagai aktivitas organisasi. Dengan demikian, Women and Youth bukan hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari proses menyiapkan kader-kader serikat pekerja di masa depan.

Dalam kesempatan terpisah Mimin Ida Nurjanah selaku project Koordinator Industriall SASK Project menyampaikan Melalui kegiatan Women and Youth yang diselenggarakan kali ini, peserta diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan di lingkungan kerja dan organisasi masing-masing.

Penguatan kemampuan problem solving dan team work diharapkan dapat melahirkan perempuan dan generasi muda yang lebih percaya diri, solutif, kolaboratif, dan siap mengambil peran lebih besar dalam perjuangan serikat pekerja serta membangun masa depan gerakan pekerja yang lebih kuat.