Warga Sukoharjo yang Terdampak Pencemaran Lingkungan Desak Bupati untuk Beri Sanksi Tegas Kepada PT RUM

Sukoharjo, KPonline – Pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT Rayon Utama Makmur (RUM) secara terus menerus, baik pencemaran udara maupun air disinyalir sudah berlangsung sejak awal beroperasi pada tahun 2017. Oleh karena itu warga terdampak pencemaran lingkungan PT Rayon Utama Makmur (RUM) mendesak Bupati Sukoharjo segera memberikan sanksi tegas kepada PT RUM karena telah melakukan pencemaran lingkungan setiap hari berupa bau busuk yang dikeluarkan setiap hari baik siang maupun malam hari.

Desakan tersebut melalui surat tertulis yang dikirimkan ke Kantor Bupati Sukoharjo oleh tiga perwakilan warga yang tergabung dalam Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Sukoharjo pada hari Senin (22/11/2021). Hirman salah seorang warga menyampaikan isi dari surat tersebut.

“Dalam surat tersebut kami meminta kepada Bupati agar segera memberi sanksi yang tegas kepada PT RUM karena telah melakukan pencemaran berupa bau busuk seperti septictank dan selokan busuk dimana bau tersebut membuat orang yang menghirupnya menjadi pusing, mual, sakit leher, dan sesak nafas”, jelasnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa selain pencemaran udara berupa bau busuk, PT RUM juga diduga melakukan pencemaran air di sungai desa dan Sungai Bengawan Solo.

“Disamping itu, pipa limbah cair PT RUM yang terpasang dari PT RUM sampai ke Bengawan Solo melewati sungai desa sering terjadi kebocoran, pipa patah, dan pipa membendung aliran sungai, yang menyebabkan banjir dan abrasi di sepadan sungai desa. Limbah cair yang berwarna keruh dan berbau juga mencemari sungai sungai kecil hingga sungai Bengawan Solo”, lanjutnya.

Namun Bupati Sukoharjo yang memiliki kewenangan untuk memberi sanksi justru belum pernah melakukan upaya yang serius dan tegas kepada pencemar lingkungan. Hal ini terlihat jelas karena pencemaran terus terjadi setiap hari

Bahkan Bupati Sukoharjo yang baru dilantik pada 26 Februari 2021 hingga hari ini menurut informasi yang didapat, belum pernah berbicara soal mengatasi pencemaran bersama masyarakat dan tidak berupaya mengatasi pencemaran yang diduga dilakukan oleh PT RUM.

Dalam situasi pandemi covid-19 ini, warga Sukoharjo yang terdampak pencemaran lingkungan dihadapkan pada dua pilihan yang serba sulit dan berbahaya, dimana mereka dihimbau agar tidak keluar rumah agar tidak terpapar covid-19, namun ketika mereka di dalam rumah bau-bau busuk masuk kedalam rumah dan pekarangan yang membuat mereka lebih tersiksa setiap harinya.

“Oleh karena itu, melalui surat desakan kepada Bupati Sukoharjo tersebut kami warga terdampak pencemaran lingkungan yang tergabung dalam Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Sukoharjo bersama LBH Semarang mendesak PT RUM segera menghentikan Pencemaran lingkungan dan mendesak Bupati Sukoharjo agar menindak secara serius dan tegas kepada PT RUM sampai tidak ada pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT RUM”, ucap Hirman yang didampingi oleh Nico Wauran dari LBH Semarang.