Viral, Tumpukan Sampah di Wanasari dan Parigisari Jadi Sorotan Jelang Pilkades Wanasari

Subang, KPonline – Tidak sedikit kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan, padahal hal itu dapat menjadikan penyebab terganggunya kesehatan masyarakat secara tidak langsung.

Gundukan sampah yang berasal dari berbagai hasil buangan yang tercampur pun menjadikan sumber bakteri terus hinggap dalam sampah itu sendiri.

Selain memicu bau tak sedap justru akan memicu beragam penyakit salah satunya penyakit diare, dan penyakit jamur kulit. Fenomena itu justru menjadi sorotan warga setempat serta pengguna jalan yang melintas, pasalnya sebagian tumpukan sampah sudah mulai berserakan dibahu jalan.

Selain mengganggu kenyamanan, sampah ini akan berdampak kepenyakit kulit, bahkan bisa sampai ke penyakit Typus. Sementara sampah yang menumpuk, tidak segera diangkut bisa menimbulkan bau tidak sedap, dan akan menimbulkan dampak buruk untuk warga sekitar khususnya yang berlokasi dekat dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Adanya Tempat Pembuangan Sampah(TPS) didesa Wanasari, kecamatan Cipunagara, kabupaten Subang harus menjadi perhatian serius instansi setempat karena dua titik TPS yang berada di dua dusun yaitu dusun Wanasari, dan dusun Parigisari kurang nyaman dilihat oleh para pengguna jalan yang melintas.

Menurut salah satu warga yang kebetulan sedang berada di lokasi membeberkan kalau sampah tersebut terkadang dibersihkan, dan dibakar olehnya. Namun saking banyaknya yang buang sampah jadi bak penampungan tidak bisa menampung lagi.

“Ini permasalahan sampah harus jadi skala prioritas pembenahan serius di desa ini mengingat banyaknya warga yang buang sampah kesini. Saya sendiri kadang berinisiatip untuk membakarnya ketika tumpukan sampah sudah tidak terelakan lagi,” ucap bapak separuh baya kepada Media Perdjoeangan, Senin (16/08/2021).

Dia pun berharap adanya keterlibatan aparatur desa setempat untuk sama- sama mencari solusi dalam membenahi permasalahan sampah yang terkesan dilihat sebelah mata.

“Ini permasalahan serius, segera mungkin harus dicarikan solusinya, sampah yang ditemukan di beberapa titik Tempat Pembungan Sampah (TPS) di desa Wanasari akan menjadi sorotan publik,” tambahnya.

Di tempat lain justru ada titik TPS dengan motif tidak jauh berbeda di mana tumpukan sampah berada persis di pinggir jalan juga. Salah satu pengguna jalan yang biasa melintas tempat tersebut menuturkan kalau dirinya memang sempat melihat warga sekitar membuang sampah di tempat tersebut.

“Mungkin harus mulai diberikan edukasi ke masyarakat perihal sampah yang saat ini jadi sorotan. Sebentar lagi momen nuansa politik sudah mulai akan dikumandangkan dalam sebuah kontestasi Pemilihan Kepala Desa
(Pilkades) yang tidak lama lagi akan diselenggarakan. Siapa pun itu pemimpinannya, kelak yang terpilih menjadi kepala desa, setidaknya bisa memberikan solusi terkait permasalahan sampah ini. Undang -undang Nomor 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah udah jelas itu sebagai landasan hukum yang seharusnya bisa dipelajari seksama,” imbuhnya.

Tidak jarang bahkan tumpukan sampah berada di bahu jalan kerap terjadi, padahal jelas-jelas jalan tersebut adalah salah satu akses jalan yang setiap harinya dilalui oleh para pegawai desa untuk menuju lokasi perkantorannya sendiri. Sungguh sangat ironis bahkan masyarakat sekitar pun merasa hal itu seolah-olah pemandangan yang sudah tidak asing lagi dilihat secara kasat mata.

Penulis: Jhole
Foto: Jhole