Tuntut Hak, Buruh Karyawan PT SISK Makin Group Alami Pemukulan

  • Whatsapp

Sampit,KPonline – Hingga saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pemukulan terhadap tiga karyawan PT Surya Inti Sawit Kahuripan (PT SISK) Makin Group, Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Pemukulan itu dialami tiga korban, Donatus Bere, Saminah, dan Dominitus Klau, pada saat mereka memperjuangkan hak-haknya sebagai karyawan di PT SISK, dengan menggelar aksi mogok kerja bersama sekitar 200 karyawan lainnya.

“Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap terlapor yang diketahui sebagai satpam di perusahaan tersebut,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Reskrim AKP Erwin TH Situmorang, Jumat (27/1/2017) siang.

Sementara hingga saat ini yang mereka cari hanya satu orang, dan itu dilihat dari video yang direkam oleh salah satu karyawan.

“Untuk saat ini masih satu orang yang kami cari, dan kemungkinan bisa lebih kalau orang tersebut tertangkap,” lanjut Erwin.

Saat ini pihaknya masih melakukan pengamanan di perusahaan tersebut. Agar tidak kembali terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan anggota polisi juga sudah disebar untuk mencari terlapor.

Sementara itu, aksi mogok kerja dan pemortalan truk masuk ke perusahaan tersebut dilakukan ratusan karyawan pada Kamis (26/1/2017). Namun aksi itu ditentang oleh keamanan di perusahaan tersebut. Sehinga terjadi dorong mendorong dan juga aksi pemukulan yang dilakukan terlapor. Hal itu terjadi karena karyawan terus memaksa agar mobil dan truk tidak boleh masuk ke perusahaan.

Aksi itu dilakukan karyawan yang menuntut upah agar dikembalikan ke sistem awal. Karena saat ini bagian pemuat yang awalnya digaji Rp23 ribu turun menjadi Rp 12 ribu per kilogram, pemanen yang mulanya Rp91 ribu turun jadi Rp84 ribu, bahkan saat ini turun lagi Rp74 ribu. Sedangkan yang biasanya 1 hektar lahan di tebas oleh dua orang, kini jadi satu orang saja, dan upahnya juga dijanjikan hanya Rp100 ribu per hari.

Dengan ada kebijakan tersebutlah, maka aksi mogok dan pemortalan itu dilakukan oleh karyawan. (Borneo)