Tasyakuran di Hari Ulang Tahun Jamkeswatch Ke-4

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Saung buruh Jababeka yang yang disulap menjadi tempat saksi perayaan Hari Ulang Tahunnya Jamkeswatch yang  ke-4 tahun, dimana selama ini mereka dikenal bergerak dalam bidang pemantau Jaminan Kesehatan Nasional (29/09/218).

Jamkeswatch yang lahir dari rahim KONSFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA (KSPI).

Bacaan Lainnya

Seiring berjalannya waktu berkembang dengan pesat, bahkan banyak masyarakat yang mengetahui kinerja dari jamkeswatch.
Sempet hadir dalam acara tersebut ketua Forum kawasan Jababeka (FKJ) Sulaeman yang sekarang akan bertarung di legislastif dapil 6 yang diusung oleh Partai Gerindra.

Tidak kalah ketinggalan Obon tabroni calon DPR RI selaku pembina Jamkeswatch Nasional berserta istri tercintanya pun ikut menghadiri acara tersebut.

Obon Tabroni menyampaikan, “saya merasa sangat khawatir dengan keadaan BPJS sekarang yang tidak sesuai dengan konsep kita dari awal kita desak Pemerintah, apa lagi dengan adanya isu BPJS devisit sampai triliunan rupiah, dan sekarang pun bahkan ada wacana cukai Rokok akan dipake untuk Tambal Devisit BPJS.

Dengan melonjaknya peserta BPJS sampai 2,4 juta peserta ini jelas pemerintah harus bisa bertanggung jawab dari segala sarana dan prasarananya.

Saya yakin kawan-kawan yang tergabung dijamkeswatch pasti sering berbenturan dengan pihak rumah sakit, karena mereka tiap hari pasti temukan pasien-pasien yang bermasalah, tidak punya kartu kesehatan, tidak sinkron data kepedudukannya, kamar penuhlah, bahkan yang lebih parah sangat sulitnya mendapatkan ruangan ICU, PICU, NICU, dan ruangan intensive lainnya,” ucap Obon.

Dalam acara ulang tahun jamkeswatch bekasi yang ke-4 tahun seluruh anggota jamkeswatch yang hadir disuang buruh jababeka dengan keharmonisan, dan keakraban diantaranya mereka (jamkeswatch) saling bertukaran pikiran dengan semua kejadian yang dialaminya disaat advokasi pasien dirumah sakit.

Hidangan yang disajikan Panitia pelaksana (Panpel) cukup membuat kental suasana.

Jupri selaku Panitia pelaksana pun berdalih
“Acara ini sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari, sengaja kita adakan malam minggu karena mayoritas kawan-kawan jamkeswatch libur dalam kerjanya, ada sebgian anggota jamkeswatch yang tidak bisa hadir kita maklumi itu.” Ucap pria yang punya julukan Paku Ranjau itu.

Banyaknya regulasi BPJS yang dikeluarkan saat ini, tapi masih minimnya sosialisasi kemasyarakat, hingga banyak masyarakat tidak mengetahuinya tentang hal itu semua.
Sangat disayangkan ketika regulasi itu diluncurkan masih banyak ditemukan tumpang tindih kepesertaan masyarakat dilapangan, yang mana minimnya sarana,dan prasarana yang harus diperhatikan sama pihak pemerintah sendiri.

Jhole.

Pos terkait