Tanda-tanda Perusahaan Akan Tutup, No 5 Waspadai

  • Whatsapp

Batam, KPonline – “Waktu itu mereka bilang tidak akan tutup, hanya mengurangi aset saja. Kami tanya terus apa jaminan untuk kami?Perusahaan bilang selain aset 30 mesin yang masih tersisa mereka akan membayar hak-hak kami penuh. Tapi ternyata mereka lari.” Demikian salah seorang karyawan PT Yee Wo kepada media ketika ditanya tentang tanggapannya terhadap perusahaan tempatnya bekerja yang di tinggal kabur oleh pemiliknya.  Dari sini kita belajar, perusahaan akan tutup memiliki tanda-tanda tertentu.

Ini bukan kejadian yang pertama, sudah ada puluhan perusahaan yang di tinggal kabur oleh pemiliknya sehingga nasib seluruh karyawan menjadi terkatung katung.

Betapa ngerinya membayangkan perusahaan tempat kita bekerja selama bertahun-tahun bangkrut dan berhenti beroperasi. PHK pun terjadi dan hilangnya mata pencaharian membayang di depan mata.

Agar kita tidak mengalami nasib serupa, sebenarnya ada cara untuk mengidentifikasi perusahaan terancam bangkrut. Mau tahu lebih lanjut? Mari simak ulasnya.

1. Perusahaan tidak menambah karyawan meski banyak yang keluar

Jika banyak sesama karyawan yang resign di kantormu itu hal yang biasa. Semua perusahaan tentu mengalami hal ini. Namun, kalau kepergian sejumlah karyawan tidak diikuti rekrutmen karyawan baru, bisa jadi perusahaan kamu tengah melakukan penghematan. Praktis hal ini akan memberatkan karena beban pekerjaan semakin bertambah berat.

2. Perusahaan mengurangi bonus

Biasanya perusahaan yang berada dalam kondisi stabil akan memberikan banyak insentif selain gaji dan THR. Contohnya seperti bonus kinerja. Perhatikan besaran bonus yang kamu terima. Bila jumlahnya semakin berkurang tiap tahun dan bahkan ada rencana untuk menghilangkan bonus, bisa jadi keuangan perusahan tengah bermasalah. Sebaiknya, kamu mulai menyusun CV dan mencari pekerjaan baru.

3. Mulai mengurangi fasilitas kantor

Fasilitas kantor seperti kendaraan, peralatan kerja bahkan alat-alat hiburan biasanya disediakan perusahaan untuk mendukung kinerja. Kalau kantor kamu mulai mengurangi fasilitas cari tahu terlebih dahulu alasannya pada HRD atau atasan. Bisa jadi pengurangan fasilitas dilakukan karena justru membuat pekerja tidak produktif. Namun, bila penjelasannya tidak memuaskan, kamu bisa curiga pengurangan fasilitas ini berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan.

4. Pembayaran gaji makin sering telat

Jika gaji yang kamu terima telat sehari-dua hari itu tidak masalah. Namun, kalau transfer gaji bisa tertunda hingga sepekan atau dua pekan, itu sudah tanda-tanda bahwa perusahaan kesulitan cash flow. Sebaiknya cari pekerjaan baru.

5. Menjual aset besar-besaran

Aset adalah hal paling penting dalam keuangan sebuah perusahaan. Biasanya aset digunakan untuk melakukukan pinjaman perbankan. Jika aset sudah dilego secara besar-besaran, jangan-jangan perusahaan tidak mampu lagi membayar utang.

6. Penurunan dalam industri

Di waktu tertentu, bisnis tertentu akan menghadapi masalah. Pada akhir 2000-an misalnya, industri majalah cetak banyak digantikan media online. Atau krisis ekonomi akan lebih memukul industri perumahan dan otomotif. Sebaiknya waspada bila manajemen berusaha meyakinkan bahwa krisis tak sampai memukul perusahaan.

7. Perusahaan melakukan restrukturisasi besar-besaran

Secara tiba-tiba, departemen tempatmu berada di bawah yuridiksi beberapa manajer baru yang belum pernah kamu temui. Lebih bahaya lagi jika restrukturisasi telah dilakukan beberapa kali tanpa ada perubahan.

8. Perusahaan membawa konsultan

Baik konsultan manajemen atau ahli efisiensi, keduanya membantu perusahaan nberoperasi lebih efisien dan menguntungkan. Mereka membantu perusahaan untuk melihat biaya yang bisa dipotong. Jika konsultan mulai menanyakan apa yang kamu lakukan selama hari kerja, sebaiknya mulailah khawatir.

Perusahaan dengan kepemimpinan yang ‘lesu’ cukup untuk menjadi lampu merah bagi kamu untuk segera mengambil sikap. Sebelum panik, ada baiknya kamu mencermati dulu berita yang beredar baik dalam kantor maupun luar kantor, dari kondisi pasar hingga laporan media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *