Stok Darah Minim, Anggota FSPMI Bersama Jamkeswatch Subang Adakan Kegiatan Donor Darah

  • Whatsapp

Subang, KPonline – Akibat adanya penurunan stok darah di masa Pandemi (Covid-19) harus dihadapai para penggiat sosial yang ada di Kabupaten Subang. Dengan diinisiasi oleh Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat pekerja Metal Indonesia (PUK SPAI FSPMI) PT. Cravis Tex Java, mereka mengadakan kegiatan donor darah.

PUK tersebut melibatkan beberapa penggiat sosial diantaranya Jamkeswatch Subang, LSM barak Cipendeuy, serta masyarakat sekitar yang terlibat.

Bacaan Lainnya

Agenda Donor Darah yang dilakukan di gedung sekeretariat PUK SPAI FSPMI PT. Cravis Tex Java yang berada di jalan raya Cipendeuy-Subang berjalan tertib dengan menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) yang sudah ditentukan tim Satgas Covid-19 kabupaten Subang.

Antusias para pendonor pun nampak terlihat walau dengan keterbatasan alat yang disiapkan oleh tim Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Subang.

Saat ditemui Media Perdjoeangan, Reno, salah satu anggota relawan Jamkeswatch yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Hukum, dan Advokasi menuturkan beberapa hal yang menjadikan sulitnya mencarikan para pendonor di tengah Pandemi, dimana stok darah yang menipis adalah bagian dari tugasnya sebagai penggiat sosial dalam kemanusiaan.

“PMI masih kewahalan untuk memberikan stok darah ke setiap Rumah Sakit yang ada di kabupaten Subang, yang saya khawatirkan justru para penderita Thalasemia di sekitar Subang. Mereka paling minim 2 minggu hingga 1 bulan sekali memerlukan darah. Di tengah pesakitan mereka para penyandang Thalasemia harus bertahan hidup, sedangkan fakta keadaannya harus tetap berjuang untuk mendapatkan darah,” sebut Reno penuh harap.

“Oleh karena itu kami anggota FSPMI Subang, serta Jamkeswatch Subang, bersama beberapa kawan LSM Barak, dan warga sekitar Cipeundeuy insiatif untuk adakan agenda tersebut, dengan melibatkan pihak keamanan dari Polsek Cipeundey, kabupaten Subang,” sambungnya.

Banyak warga yang ingin mendonorkan darahnya, akan tetapi karena stok jarum suntik yang terbatas akhirnya Donor Darah pun dihentikan.

Menurut pengakuan ketua Jamkewatch Subang, koordinasi yang sudah dilakukan mungkin kurang efektif, namun hal ini mau diapain lagi.

“Pendonor terpaksa dibatalkan karena jarum suntik yang terbatas, koordinasi pun sudah dilakukan tapi apa boleh buat, yang penting tim kita dari FSPMI, Jamkeswatch, dan yang terlibat di dalamnya sudah berpartisipasi dalam agenda ini,” tutur Nanang dengan muka lelah karena baru saja mengurus korban kecelakaan kerja.

Menurut dia, selama masa pandemi Covid-19 pasokan darah di PMI ini memang semakin menipis, kita justru maunya selalu diagendakan dalam setiap bulan.

“Perihal itu kami kembalikan kepada instansi terkait dalam penggalangan donor darah, dan sejauh ini kami dari Jamkeswatch Subang khususnya, akan selalu mendukung kegiatan sosial seperti Donor Darah ini,” tutup Nanang.

Penulis: Jhole
Foto: Jhole

Pos terkait