Setelah Lulus “Jalur Corona” Mau Kemana?

  • Whatsapp

Batam, KPonline – Ada yang beda untuk angkatan tahun 2020 ini. Angkatan tahun ini bisa dibilang lulus istimewa. Karena mereka tidak mengikuti Ujian Akhir Nasional seperti angkatan-angkatan sebelumnya. UAN ditiadakan karena keadaan darurat bencana wabah Covid19. Ada joke yang bernada miring, bahwa angkatan tahun ini adalah lulusan jalur Corona seperti yang sedang trending hari ini #LulusJalurKorona

Para siswa ini pun beragam. Ada yang senang bisa lulus tanpa harus susah payah mikirin UAN, ada yang galau karena merasa kurang afdol kalau lulus begitu saja tanpa berjuang dalam UAN. Tapi bagaimana reaksi mereka ketika menunggu hasil pengumuman ?

Berita Lainnya

Meskipun tidak seperti seniornya yang melihat hasil pengumuman di sekolah, dan merayakan dengan corat coret dan konvoi seperti tradisi kelulusan dari jaman dulu hingga kini. Tapi euforia karena bisa lulus tetap saja terasa, meski hanya di ekspresikan dengan membuat rekaman video kelulusan dari rumah saja

Saya selalu sedih jika harus membuat tulisan tentang Lulus Sekolah mau kemana, seperti menampar muka diri sendiri secara terus terusan. Semoga tulisan ini akan bermanfaat buat mereka yang saat ini sedang merayakan kelulusan

Mungkin masa sekolah merupakan masa yang paling indah, apalagi masa-masa di SMA. Ini adalah saat-saat terakhir bagi semua siswa kelas XII mengenakan seragam SMA. Banyak kenangan yang akan terus membekas di kehidupannya kelak.

Lulus sekolah bukanlah akhir perjuangan, tetapi awal untuk memulai hal baru. Nantinya tentu akan muncul pertanyaan “kemana setalah aku lulus SMA?”.Kuliah, kerja atau nikah?

Pertanyaan itulah yang selalu muncul di benak kebanyakan para pelajar yang telah lulus dari bangku SMA.

Banyak dari mereka yang bingung akan kemana mereka setelah lulus SMA. Apakah akan melanjutkan kuliah di universitas, atau mau mencari pekerjaan, atau mau walimahan alias menikah?

Hidup adalah pilihan, mungkin sebagian dari kita akan menyadari dan merasakan hal itu, karena memang kita harus mampu dan berani menentukan satu dari sekian banyak pilihan dalam kehidupan ini, karena akan menjadi satu kesulitan bagi kita jika kita harus menjalani berbagai hal dalam satu kesempatan, menentukan skala prioritas dalam pilihan hidup mungkin itu sebuah tindakan yang bijaksana.

Ingat masa depan kita tergantung apa yang kita kerjakan dan lakukan pada hari ini

Mau Kuliah atau Kerja?

Hal ini akan tergantung dari banyak faktor karena-nya banyak indikator yang dipergunakan untuk menentukan mau Kuliah atau Kerja.

Kuliah untuk sebagian besar lulusan SMA jika diberi pertanyaan “apakah kamu mau kuliah?”, maka hampir 90% akan menjawab pengen kuliah.

Tetapi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan jika ingin melanjutkan kuliah. Hal-hal tersebut antara lain:

Kamu ingin jadi apa?

Seberapakah peluang untuk mewujudkan cita-citamu? Andai kata saja pengen jadi pengacara ya berarti harus mengambil Fakultas Hukum, ingin jadi dokter ya ambil Fakultas Kedokteran, apa mau jadi guru ya ambil Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan.

Dalam mengambil Jurusan atau Fakultas ini perlu mempertimbangkan minat dan cita-cita yang ingin dicapai.

Semua tadi harus ditentukan terlebih dahulu, jangan sampai kita kuliah tidak mempunyai arah dan tujuan. Selain nantinya akan menyulitkan kita, tetapi juga hasil yang akan kita peroleh nanti tidak akan optimal.

Ukurlah kemampuan kita terlebih dahulu , jangan sampai kemampuan di bidang ilmu sosial malah mengambil jurusan di bidang ilmu alam.

Ya jelas nantinya kita akan keteteran mengikuti perkulihan, alhasil waktu kuliah yang kita tempuh akan jadi lebih lama (tentunya biaya akan membengkak) selain itu hasilnya juga kurang maksimal.

Ukur kemampuan finansial kita. Dengan kita mengetahui kemampuan financial orang tua kita tentunya nanti kita tidak akan mandek di tengah jalan.

Selain itu dengan kemampuan finansial yang pas-pasan tentunya akan mendorong kita untuk lebih berprestasi dan agar nantinya kita mendapatkan bea siswa.

Jika kita memutuskan untuk Kuliah tentunya akan muncul beberapa pertanyaan sebagai berikut :
1. mau kuliah dimana ?
2. ambil jurusan apa ?
3. menghabiskan biaya berapa ?
4. menempuh program apa ?
5. setelah lulus nanti apakah bisa dapat pekerjaan ?

Tentunya kita harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik dan bijaksana, satu hal jangan sampai jawaban tersebut kita dapatkan dari orang lain dan bukan dari diri kita sendiri, hal ini untuk menghindari ketidaksesuaian apa yang kita tempuh dibangku kuliah dengan minat dan bakat kita, maka jawaban tersebut harus datang dari diri kita sendiri.

Dengan demikian minimal jika kita ingin kuliah harus bisa menentukan hal-hal berikut :

1. Pilihan Perguruan Tinggi dengan beberapa pilihan tentunya;
2. Jurusan yang akan kita pilih;
3. Estimasi biaya untuk kuliah;
4. Diploma atau Sarjana program yang akan kita ambil;
5. Informasi tingkat kebutuhan lapangan kerja pada 3 atau 4 tahun mendatang setelah kita lulus kuliah.

Jika lima hal diatas sudah kita selesaikan, maka melangkah untuk melanjutkan studi (KULIAH) tentunya dengan semangat dan motivasi yang kuat maka kuliah tidak sekedar ikut saran teman, mengikuti keinginan orang tua atau alasan lain-nya.

Kerja

Biasanya banyak juga sebagian dari siswa-siswi lulusan SMA ingin langsung bekerja. Tentunya bagi lulusan SMA harus mempunyai skill dan kemampuan lebih.

Hal ini berbeda dengan mereka yang lulusan SMK, sebab lulusan SMK memang dipersiapkan dan dilatih untuk langsung terjun di dunia kerja. Secara kasat mata lulusan SMA akan kalah bersaing dengan lulusan SMK jika langsung terjun didunia kerja.

Sebagai solusi untuk mengasah dan melatih skill untuk menghadapi dunia kerja maka kita perlu mempersiapkan diri dengan belajar dilembaga-lembaga keahlian paling tidak selama satu tahun.

Jika kita memilih untuk bekerja, sudah barang tentu kita harus menyiapkan diri untuk mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor lainnya dalam lapangan pekerjaan, hal yang paling penting di negeri ini dalam mencari pekerjaan adalah :

1. Kita harus memiliki skill lebih dibandingkan kompetitor lainnya;
2. Kita harus memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja;
3. Kita harus siap untuk berkompetisi setelah diterima kerja nanti;
4. Kita harus menentukan target pribadi dalam waktu 5 tahun mendatang tentang pekerjaan kita;
5. Kita harus menentukan bekerja pada orang lain (karyawan) atau menciptakan lapangan kerja sendiri (usaha mandiri).

Karena jangan sampai kita kerja hanya dengan alasan dari pada menganggur, karena jika memutuskan bekerja karena alasan tersebut, sudah dapat dipastikan kita tidak memiliki motivasi kerja dan tidak memiliki target bagaimana kehidupan kita kelak.

Dan tentunya bersiap-lah untuk terus menjadi orang yang sulit untuk berkembang dan mengembangkan diri.

Pada dasarnya semua keputusan anda akan berdampak pada proses pencapaian impian  kita ,oleh karena itu pikirkan yang terbaik , beranikan diri untuk melakukan tindakan perubahan yang belum pernah kita lakukan sebelumnya ,Tidak ada kata terlambat untuk merubah semuanya, bersikaplah dewasa untuk menentukan keputusan demi karier kita , demi orang tua kita, dan orang-orang di sekeliling kita

Pos terkait