Pelalawan, KPonline–Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan pekerja dan masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Perkebunan dan Kehutanan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPPK-FSPMI) PT Adei Plantation & Industry membagikan sebanyak 300 masker kepada pekerja, masyarakat di lingkungan perusahaan, Desa Telayap, Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh jajaran pengurus PUK SPPK-FSPMI PT Adei bersama perwakilan manajemen Divisi 3 PT Adei Plantation & Industry. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap dampak kabut asap yang mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan kesehatan pekerja dan masyarakat.
Kabut asap akibat karhutla menjadi perhatian serius karena paparan asap dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan tertentu. Oleh karena itu, upaya menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap perlu dilakukan secara bersama-sama.
Ketua PUK SPPK-FSPMI PT Adei Plantation & Industry, Abdurrahman, mengatakan bahwa pembagian masker tersebut merupakan wujud kepedulian serikat pekerja terhadap kondisi yang dihadapi pekerja dan masyarakat di sekitar perusahaan.
“Kami bersama jajaran pengurus ingin hadir di tengah masyarakat. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada pekerja dan masyarakat, terutama mereka yang harus tetap beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang kurang baik,” ujar Abdurrahman.
Menurutnya, penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan untuk membantu mengurangi paparan partikel asap dan debu. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
Sementara itu, M. Nur Iqlal Manai selaku perwakilan manajemen Divisi 3 PT Adei Plantation & Industry mengimbau para pekerja dan masyarakat agar tetap waspada serta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
“Kami mengimbau kepada pekerja dan masyarakat agar tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan. Jika memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Namun, bagi yang harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan,” ujar M. Nur Iqlal Manai.
Abdurrahman berharap kondisi kabut asap di Provinsi Riau segera membaik dan penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara maksimal oleh seluruh pihak terkait.
“Kita berharap persoalan karhutla ini segera teratasi sehingga kualitas udara kembali membaik dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” tuturnya.
Melalui kegiatan pembagian 300 masker ini, PUK SPPK-FSPMI PT Adei Plantation & Industry menegaskan bahwa kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja merupakan bagian penting dari perjuangan serikat pekerja. Kepedulian tersebut juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar perusahaan.
Sinergi antara serikat pekerja, manajemen, dan masyarakat diharapkan terus terjalin dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan kesehatan. Sebab, menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak.
Di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah Riau, kegiatan sederhana berupa pembagian masker menjadi pengingat bahwa solidaritas tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan hak-hak pekerja, tetapi juga melalui kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.