Sekretaris DPW FSPMI Sultra Alauddin Sosialisasikan FSPMI ke Pekerja Tambang di Konawe Utara

Sekretaris DPW FSPMI Sultra Alauddin Sosialisasikan FSPMI ke Pekerja Tambang di Konawe Utara

Konawe Utara, KPonline — Sekretaris DPW FSPMI Provinsi Sulawesi Tenggara, Alauddin, dengan penuh semangat mensosialisasikan FSPMI kepada salah satu pekerja sebuah perusahaan pertambangan di Konawe Utara pada Rabu, 22 April 2026.

Kegiatan sosialisasi dilakukan secara langsung di sela padatnya agenda jelang May Day 2026. Alauddin menjelaskan sejarah, visi, dan peran FSPMI sebagai organisasi serikat pekerja yang konsisten memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh, khususnya di sektor industri dan pertambangan.

Selain memperkenalkan FSPMI, ia mengajak pekerja tersebut untuk bergabung dengan Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, atau SPLP FSPMI. “Mari bergabung agar perjuangan pekerja sektor pertambangan semakin terlindungi, mengingat resiko kerja yang cukup tinggi,” ajak Alauddin.

Menurut Alauddin, sektor pertambangan di Sulawesi Tenggara memiliki tantangan besar. Mulai dari keselamatan kerja, upah yang layak, hingga status hubungan kerja yang masih banyak menggunakan sistem kontrak dan outsourcing. Karena itu, keberadaan serikat pekerja menjadi penting sebagai alat perjuangan kolektif.

“Kita tidak bisa berjuang sendiri. Dengan berserikat, suara kita lebih didengar. Perusahaan juga lebih serius kalau berhadapan dengan organisasi, bukan individu,” tegasnya.

Alauddin menambahkan, SPLP FSPMI telah memiliki perangkat advokasi, pendidikan, dan jaringan nasional hingga internasional. Anggota akan mendapat pendampingan hukum, pelatihan, serta akses terhadap informasi ketenagakerjaan terkini.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari program perluasan basis FSPMI di kawasan industri nikel Konawe Utara. DPW FSPMI Sultra menargetkan pembentukan PUK baru di beberapa perusahaan tambang dan smelter sepanjang tahun 2026.

Pekerja yang ditemui menyambut positif ajakan tersebut dan menyatakan ketertarikannya untuk berdiskusi lebih lanjut bersama rekan-rekan kerja lainnya. (Yanto)