Bekasi, KPonline – Sekolah Buruh #2 SPAMK FSPMI Bekasi resmi dibuka dengan mengusung tema “Bangga Menjadi Kader FSPMI”. Kegiatan yang merupakan program kerja Bidang Pendidikan SPAMK FSPMI Bekasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak kader-kader Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang memiliki pengetahuan, militansi, serta komitmen terhadap perjuangan organisasi.
Pembukaan Sekolah Buruh #2 dilaksanakan di Training Center PT Astemo Bekasi Manufacturing, Minggu (6/9/2026) dan diikuti sebanyak 58 peserta berasal dari 32 PUK SPAMK FSPMI di wilayah Bekasi.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Perwakilan Manajemen PT IDBM Sugiarno Agung Wibowo, Ketua PC SPAMK FSPMI Bekasi Tudiyono ‘Fresa’ dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan PC SPAMK FSPMI Bekasi Oman Fathurrohman.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Buruh #2 akan berlangsung selama dua bulan dengan total tujuh kali pertemuan. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada setiap hari libur kerja peserta, sehingga diharapkan tidak mengganggu aktivitas kerja sekaligus memberikan ruang bagi peserta untuk mengikuti proses pendidikan secara maksimal.
Sekolah Buruh #2 tidak hanya menjadi ruang untuk menambah wawasan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kaderisasi anggota serikat pekerja. Melalui pendidikan yang berkelanjutan, peserta diharapkan mampu memahami nilai-nilai perjuangan serikat pekerja, organisasi, serta memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam menjalankan roda organisasi.
Tema “Bangga Menjadi Kader FSPMI” menjadi pesan penting bahwa menjadi kader bukan sekadar status dalam organisasi, melainkan sebuah tanggung jawab untuk terus belajar, bergerak, dan berkontribusi bagi anggota serta perjuangan kaum pekerja.
Dengan diikuti puluhan peserta dari berbagai PUK, Sekolah Buruh #2 diharapkan mampu memperkuat komunikasi, solidaritas, dan kualitas kader SPAMK FSPMI Bekasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Bidang Pendidikan SPAMK FSPMI Bekasi dalam membangun regenerasi organisasi yang berkelanjutan. Diharapkan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan, para peserta dapat menjadi kader yang mampu meneruskan estafet perjuangan FSPMI di tingkat PUK, PC, maupun di lingkungan pekerja secara lebih luas. (Liswan Rahmanda)