Bandung, KPonline-Pada Senin (22/06/2026) Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal bersama perwakilan Menaker beserta jajaran Disnaker Bandung Barat dan disnaker Provinsi melakukan kunjungan langsung ke PT Feng Tay Indonesia di Kabupaten Bandung barat untuk menindaklanjuti persoalan ketenagakerjaan yang tengah dihadapi perusahaan tersebut.
Kunjungan ini dilakukan setelah muncul kekhawatiran mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pekerja akibat menurunnya pesanan kondisi industri manufaktur yang sedang mengalami tekanan global. Dalam konferensi pers sebelumnya, Said Iqbal mengungkapkan adanya ancaman PHK terhadap sekitar 4.000 pekerja yang harus segera diantisipasi bersama oleh pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja.
Sebagai Penasihat Khusus Presiden yang baru dilantik, Said Iqbal menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menyampaikan bahwa setiap langkah penyelamatan industri harus tetap menjamin hak-hak buruh, menjaga kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan keberlangsungan jaminan sosial bagi pekerja dan keluarganya.
Dalam pertemuan dengan manajemen perusahaan dan perwakilan serikat pekerja, berbagai skema penyelamatan lapangan kerja dibahas, termasuk upaya menghindari PHK massal melalui dialog sosial, penyesuaian produksi, serta pencarian solusi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan usaha. Said Iqbal menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin persoalan industri berujung pada meningkatnya angka pengangguran.
“Kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh para pekerja. Kami ingin memastikan bahwa setiap persoalan ketenagakerjaan diselesaikan melalui musyawarah dan mengutamakan perlindungan terhadap buruh,” tegasnya.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari langkah awal Said Iqbal dalam menjalankan mandat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, sebuah posisi yang diberikan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat upaya mitigasi PHK dan meningkatkan kesejahteraan pekerja Indonesia.
Para pekerja berharap kunjungan tersebut dapat menghasilkan solusi konkret yang mampu menjaga keberlangsungan pekerjaan mereka. Sementara itu, serikat pekerja menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses dialog agar tidak ada hak pekerja yang dikorbankan dalam penyelesaian persoalan perusahaan.
Kunjungan Said Iqbal ke PT Feng Tay menjadi sinyal kuat bahwa persoalan ketenagakerjaan kini mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah pusat, khususnya dalam menghadapi tantangan industri dan ancaman PHK yang masih membayangi sektor manufaktur nasional, dan kunjungan tersebut Said Iqbal juga memastikan bahwa tidak akan ada PHK di PT. Feng Tay seperti isu yang berkembang di media.