Said Iqbal: “Sebaiknya Menteri Yuddy Chrisnandi Mundur”

  • Whatsapp
Presiden KSPI Said Iqbal, saat memberikan keterangan pers di LBH Jakarta, Rabu (9/3/2016).
Presiden KSPI Said Iqbal, saat memberikan keterangan pers di LBH Jakarta, Rabu (9/3/2016).

Jakarta, KPonline – Presiden Konfederesi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyayangkan sikap Polda Metro Jaya yang menangkap guru honorer asal Brebes, Mashudi, yang mengirim short message service (SMS) kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi. Mashudi mengirimkan SMS itu saat honorer K2 melakukan aksi di Istana Negara, tanggal 10 sampai dengan 12 Februari 2016 untuk menagih janji Yuddy mengangkat K2 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menurut Iqbal, Polda hanya berani menangkap rakyat kecil. Tetapi tidak pernah berani mengusut kasus kelas kakap di negeri ini.

“Bayangkan saudara Mashudi, guru honorer, punya anak umur tiga tahun, gajinya hanya Rp 350 ribu, dibela-belain Polda dijemput ke Brebes hanya karena persoalan SMS,” tambah Iqbal di LBH Jakarta, Rabu (9/3/2016).

“Kenapa mereka hanya berani ke orang-orang kecil saja. Tapi pada orang-orang yang ‘Papa Minta Saham’, kasus RS Sumber Waras tidak ada tindakan apapun. Ketika kasus-kasus itu menyangkut orang-orang besar dibiarkan, tidak dilibas. Tapi orang-orang kecil selalu dilibas,” sambungnya.

Untuk itu, Iqbal meminta Polda Metro Jaya membebaskan Mashudi secepatnya. Dia mengancam akan melakukan aksi besar jika permintaannya tidak dipenuhi. Apalagi, hingga saat ini sudah lima hari Mashudi ditahan.

“Kalau permintaan ini tidak didengar, dua minggu berturut-turut akan dilakukan aksi besar-besaran dengan masa yang besar di seluruh Indonesia,” tutur Iqbal.

Selain itu, Iqbal juga meminta Menteri Yuddy memenuhi janjinya untuk mengangkat guru honorer menjadi PNS sesuai dengan yang pernah disampaikanya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi IX DPR.

“Menteri Yuddy harus gentleman jangan pengecut. Menteri yang pengecut ini sudah berbohong di hadapan publik yaitu sudah tanda tangan tahun lalu di depan komisi IX, dimana sebagai seorang menteri akan mengangkat guru honorer menjadi PNS secara bertahap,” ungkapnya.

Karena itu, Iqbal mendesak agar Yuddy Chrisnandi mundur saja dari jabatannya sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Menurutnya, mereformasi dirinya sendiri saja tidak bisa, apalagi akan mereformasi birokrasi. Buktinya, hanya karena SMS, tega-teganya Yuddy melaporkan guru honorer yang sudah mengabdi 16 tahun dengan gaji hanya 350 ribu itu.

“Kalau memang ada persoalan SMS, seharusnya dia bisa panggil (Mashudi) karena SMS yang dilakukan Mashudi masih dalam kerangka mempertanyakan janji Menteri Yuddy kepada guru honorer,” tutupnya. (*)