Rapat STM Berubah Menjadi Diskusi Pentingnya Berserikat

  • Whatsapp

Deli Serdang,KPonline- Bukan suatu perkara yang mudah untuk membuat semua orang bersatu dan kompak, hal tersebut butuh proses yang penuh kerja keras serta ide-ide yang cemerlang. Salah satunya membuat STM (Srikat Tolong Menolong) yang merupakan wadah yang bekerja sebagai pembangun rasa peduli terhadap sesama dengan sifat Amal.

Disinilah peran Nurdin Araniri salah satu pengurus Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia PT. STI (PUK SPAI FSPMI PT. STI) Kab. Deli Serdang yang mencoba membangun rasa peduli sesama para pekerja didalam ruang lingkup Perusahaan PT. STI.

Bertempat di Jl. KNO pasar 8 gang sopoyono dusun 2 desa butu badimbar tepatnya dikediaman salah satu anggota STM Pekerja PT. STI, diadakan rapat yang kesekian kalinya dengan tujuan menyusun kembali Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang masih kurang pas, yang dipimpin oleh Nurdin Araniri yang merupakan Ketua STM Pekerja PT. STI.

Dari pendataan tersiar 200 orang pekerja yang merupakan anggota STM, tetapi rapat kali ini hanya dihadiri beberapa anggota saja karena terkendala dengan waktu kerja (sip) para anggota yang juga tidak menghambat jalannya rapat STM Pekerja PT. STI ini.

Pada saat rapat STM masih berjalan dengan hangat membahas seputar permasalahan STM sesuai dengan rencana. Tetapi setelah kehadiran Samsul kamal selaku Ketua PUK SPAI FSPMI PT. STI yang juga merupakan anggota STM pekerja yang membawa seorang Kordinator Media Perdjoengan FSPMI, rapat berubah menjadi diskusi pentingnya berserikat.

Sebagaimana diketahui kedatangan Afriyansyah yang akrab dipanggil Abuy ini adalah rangka menjalani program kerja beliau dalam membesarkan Media Perdjoeangan dan pengenalan Organisasi FSPMI kepda para pekerja PT. STI dari yang merupakan anggota maupun yang bukan anggota FSPMI.

“Tidak ada jaminan untuk para setiap pekerja tidak dapat di PHK, buruh wajib berserikat, karena serikat membuat kita bermartabat, menjadikan ajang silatuhrami, menjadi kuat karena bersama-sama. Seperti halnya kita hidup yang berkewajiban mempunyai agama yang akan mengantarkan kita ke surga begitu juga dengan kita berserikat yang sejatinya akan menghantarkan kita ke kesejahteraan” terang Abuy.

Salah sat peserta bercerita tentang pengalamannya yang troma karena berserikat, dalam sesi tanya jawab untuk para pekerja.

“semua serikat itu bagus, hal tersebut bukanlah kesalahan wadahnya tetapi oknumnya yang memanfaatkan jabatannya didalam organisasi, juga bisa terjadi karena kurangnya pengetahuan pentingnya membangun organisasi yang mandiri mementingkan kepentingan anggota daripada kepentingan pribadi” jelas Kamal.

Abuy juga menambahkan :
“seharusnya serikat pekerja menjadi wadah mendidik, membela yang terpercaya. Dengan konsep loby aksi yang dipakai didalam organisasi FSPMI membantu anggota supaya terdidik dan menerapkan tiga hal seperti waktunya kerja, ya kerja, waktunya belajar, ya belajar dan waktunya berjuang maka berjuanglah. Satu hal yang harus dipahami adalah rasa cinta kepada organisasi, maka dengan begitu berjalanlah kepengurusan organisasi yang sehat. Jangan masuk menjadi anggota serikat pekerja hanya untuk tameng atau agar dibela saat bermasalah atau mengambil manfaat dengan membayar iuran tetapi tidak ikut menjalani segala kegiatan organisasi. Ya kalau hanya untuk hal itu, silahkan cari serikat lain diluar FSPMI”

“yang berjuang mati, yang tidak berjuang juga mati. Maka matilah dimedan juang demi keadilan dan kebenaran,jika ragu-ragu jangan di FSPMI bung cari serikat lain saja, atau berdoa saja dengan kerja tanpa berjuang agar kawan-kawan memiliki kesejahteraan yang entah kapan tercapainya” tegas abuy.

Melalui rapat sederhana ini banyak pemahaman berserikat yang kuat, mandiri yang di uraikan oleh Afriyansyah dan samsul kamal dengan tujuan keaktipan anggota PUK maupun diluar anggota dalam mengelolah organisasi yang kuat dan mandiri serta berpengetahuan.(Edy Sisworo)