Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen FSPMI: PT Caterpillar Pecundang dan Penakut

Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen FSPMI: PT Caterpillar Pecundang dan Penakut
Arif Wicaksono, Pengurus Pimpinan Pusat SPAMK FSPMI Bidang Advokasi dan Pembelaan

Jakarta, KPonline-Massa aksi solidaritas buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang menggelar unjuk rasa di depan kantor PT Caterpillar Finance Indonesia, Jakarta menyampaikan kekecewaannya karena tidak dapat bertemu langsung dengan manajemen perusahaan. kamis (25/6/2026).

Dalam keterangannya dari atas mobil komando, Arif Wicaksono, pengurus Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) FSPMI Bidang Advokasi dan Pembelaan mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah memfasilitasi pertemuan antara perwakilan buruh dengan pengelola gedung tempat kantor Caterpillar berada. Karena, hingga aksi berlangsung, tidak ada satu pun perwakilan manajemen Caterpillar yang bersedia menemui massa aksi.

Menurut Arif, pihak pengelola gedung menyampaikan bahwa pada hari ini Caterpillar menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) sehingga manajemen tidak berada di lokasi.

“Kami tadi difasilitasi oleh pihak kepolisian untuk bertemu dengan pengelola gedung. Dari informasi yang kami terima, Caterpillar Finance Indonesia hari ini menerapkan kerja dari rumah atau WFA,” ujar Arif di hadapan massa aksi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menilai sikap perusahaan tidak menunjukkan itikad baik untuk membuka ruang komunikasi dengan serikat pekerja.

“Fakta tak terbantahkan, Caterpillar perusahaan Multinasional. Namun hari ini, mereka adalah pecundang. Baik itu yang berada di Batam maupun yang berada di jakarta. Karakternya sama, penakut,” tegasnya.

Kemudian, kata Arif, ketika diajak berunding dan bertemu, mereka selalu menghindar. Dengan alasan tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan. Bahkan mereka menyampaikan tidak ingin bertemu (menemui) perwakilan serikat pekerja.

Kemudian, Arif mengungkapkan menurut informasi dari pengelola gedung, Caterpillar tidak kooperatif dengan apa yang menjadi kewajiban mereka terhadap pengelola gedung ini.

“Ketika pengelola gedung ini meminta haknya, mereka diopar-oper dahulu. Bahkan harus meminta untuk berkomunikasi dengan Caterpillar yang ada di India,” jelas Arif.

Terkait hasil pertemuan yang difasilitasi kepolisian pada hari ini, FSPMI menyampaikan tuntutan agar manajemen Caterpillar yang berada di Jakarta bersedia membuka ruang dialog dengan perwakilan serikat pekerja.

FSPMI memberikan waktu hingga Senin sore bagi manajemen Caterpillar untuk menunjukkan itikad baik dan bersedia melakukan pertemuan.

“Kami meminta agar manajemen Caterpillar di sini dapat dipertemukan dengan kami sehingga ada ruang dialog yang terbuka. Kami akan menunggu sampai hari Senin,” harapnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa apabila hingga batas waktu yang diberikan tidak ada respons maupun kesediaan dari pihak perusahaan untuk berdialog, FSPMI akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

Dan FSPMI juga mempertimbangkan berbagai langkah lanjutan sebagai bentuk tekanan agar perusahaan mau membuka komunikasi dengan pekerja.

“Apabila sampai Senin sore tidak ada itikad baik dari manajemen Caterpillar, maka kami akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih besar. Instruksi aksi tetap akan kami siapkan karena kami tidak ingin ada manuver yang menghindari penyelesaian persoalan ini,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, ia meminta seluruh anggota dan peserta aksi untuk tetap menunggu instruksi organisasi sambil memberikan kesempatan kepada manajemen Caterpillar untuk membuka dialog secara baik-baik.